Berita

Program PKH Kemensos/Net

Politik

Selamatkan Ekonomi Masyarakat, Kemensos Percepat Penyaluran PKH Di Bulan Maret

SELASA, 24 MARET 2020 | 16:59 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Imbas wabah virus corona atau Covid-19 tidak mungkin tidak akan menyasar kelompok keluarga miskin dan rentan. Utamanya, dampak ekonomi.

Atas alasan itu, Kementerian Sosial memutuskan mempercepat penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) diseluruh wilayah di Indonesia.

Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementerian Sosial, Asep Sasa Purnama mengatakan, percepatan ini mencakup pencairan dana PKH tahap kedua, yang semestinya dilakukan pada bulan April.


"Dari semula bulan April menjadi bulan Maret ini," ujar Asep Sasa Purnama di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, Selasa (24/3).

Secara otomatis, lanjut Asep Sasa Purnama, PKH tahap ketiga juga akan dimajukan, mengikuti PKH tahap kedua.

"Untuk tahap ketiga, yang seharusnya disalurkan pada bulan Juli menjadi bulan April nanti, dan disalurkan per bulan yang semulanya penyaluran per 3 bulan," terangnya.

Melalui program PKH ini, Kemensos berharap kebijakan ini mampu memproteksi perekonomian keluarga miskin dan rentam di tengah wabah virus corona.

"Sehingga dimasa tanggap darurat (wabah Covid-19), KPM PKH mendapatkan manfaat ganda," tambah Asep Sasa Purnama.

Adapun untuk besaran PKH yang akan di salurkan pemerintah pada tahap II jumlahnya mencapai lebih dari Rp 7 triliun. Uang ini telah dicairkan oleh Kementerian Keuangan untuk 9.214.185 KPM.

Sementara untuk target penerima bantuan PKH di tahun 2020 ini maksimal ditujukan ke 10 juta keluarga. Target itu ditentukan dari hasil validasi akhir tahun 2018, yang jumlahnya sekitar 9,8 juta keluarga.

Untuk tambahannya, berasal dari keluarga yang terdampak bencana alam dan masuk kategori kurang sejahtera sebanyak 200.000 keluarga.

Secara total, anggaran PKH khusus untuk bantuan sosial di tahun 2020 ini sebesar Rp 32,65 triliun. Sedangkan bila ditambah biaya operasional dan lainnya bakal mencapai Rp 34,5 triliun.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya