Berita

Wakil Ketua MPR, Arsul Sani/Net

Politik

Ribut-ribut Rapid Test Untuk Anggota DPR, Arsul Sani: Itu Buat Yang Mau Saja

SELASA, 24 MARET 2020 | 09:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wakil Ketua MPR, Arsul Sani, mengatakan tes Covid-19  sebenarnya tidak diwajibkan bagi semua anggota dewan.  

"Itu soal teknis saja, pemerintah mendatangkan lebih dari 100 ribu rapid test kit dan akan test massal juga. Jadi soal massal atau sendiri itu nggak perlu jadi masalah," terang Arsul.

Ia meluruskan penyebutan 'massal' yang menjadi polemik. Pemerintah tidak pernah memaksakan anggota dewan melakukan rapid test secara berbarengan.


"Karena istilah massal itu nggak pas juga. Yang ada, infonya (adalah) kesekjenan akan sediakan waktu 1-2 minggu bagi anggota DPR yang mau tes. Itu saja, Kenapa kok jadi ribut?" ujar Arsul kepada wartawan, Senin (23/2).

Adanya kasus suspect yang berasal dari salah seorang petugas keamanan membuat pemerintah menyarankan agar anggota dewan melakukan test tersebut.

"Apa lagi sudah ada yang suspect juga. Yang berkenan saja. Saya sendiri juga belum memutuskan apakah mau tes atau tidak," terangnya.

Arsul mengaku belum sempat bertemu dengan Sekjen DPR, Indra Iskandar, sehingga belum mendapat informasi yang lebih jelas lagi.

"Saya sepulang dari dapil ketemu banyak orang, maka sejak Selasa lalu saya self-isolation. Belum sempat bertemu. Nanti saya tanya dulu detil rencananya kepada Sekjen DPR, termasuk apakah itu pakai APBN atau biaya patungan atau sumbangan dari para anggota termasuk pimpinan DPR," sebut Arsul.

Sebelumnya, diinformasikan bahwa seluruh anggota DPR dan keluarga bakal menjalani tes virus Corona pekan ini. Namun, Fraksi PKS DPR RI meminta rencana ini dibatalkan.

Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan tes sebaiknya memprioritaskan orang yang punya gejala.

"Intinya, Fraksi PKS DPR tidak setuju jika diadakan tes Corona kepada seluruh anggota DPR dan keluarganya. Di tengah kondisi seperti sekarang setiap anggota DPR harus mengutamakan rakyat,' ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

PLN Perluas SPKLU Signature Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Minggu, 13 September 2026 | 08:21

Pemerintah Didesak Tetapkan Status Darurat Kesehatan Imbas Karhutla

Minggu, 13 September 2026 | 08:01

AntreEV Permudah Antrean SPKLU Lewat PLN Mobile

Minggu, 13 September 2026 | 07:40

Tak Ada Kerusakan Akibat Gempa di Perairan Kepulauan Seribu

Minggu, 13 September 2026 | 07:03

Bisa Pengaruhi Investor, Penegak Hukum Ditantang Adil di Kasus Transfer Pricing

Minggu, 13 September 2026 | 06:51

Inovasi Jebolan Program Pertamuda Pertamina Bantu Nelayan Peroleh Cuan

Minggu, 13 September 2026 | 06:21

Ketika Hukum Terlihat Sedang Mencari Pasal, Bukan Kebenaran

Minggu, 13 September 2026 | 05:47

Nilai Adat Harus Dipegang Teguh dan Diwariskan ke Setiap Generasi

Minggu, 13 September 2026 | 05:16

Budi Daya Lobster Modeling Batam Tembus Pasar Ekspor, Daerah Lain Siap Menyusul

Minggu, 13 September 2026 | 04:43

Strategi Pengusaha Indonesia Hadapi CBAM EU dan IEU-CEPA

Minggu, 13 September 2026 | 04:14

Selengkapnya