Berita

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo/Net

Kesehatan

Antisipasi Ledakan Pasien Covid-19, Ganjar Minta RS Di Jateng Hitung Kebutuhan Alkes

SENIN, 23 MARET 2020 | 02:53 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

RMOL. Mengantisipasi ledakan pasien terinfeksi corona baru, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, meminta seluruh rumah sakit (RS) di Jateng menghitung kebutuhan perlengkapan medis yang diperlukan dalam penanganan Covid-19.

Kebutuhan alat kesehatan (Alkes) itu meliputi Alat Pelindung Diri (APD), VTM, masker dan lainnya. Pihak rumah sakit serta bupati/ wali kota diminta berkomunikasi dengan pemerintah provinsi.

"Nanti kami akan ikhtiar mencarikan dengan cara berkomunikasi ke pusat atau mencari pabrikannya. Saya minta seluruh rumah sakit di Jateng disiplin komunikasi. Jangan teriak-teriak kurang dan membuat masyarakat khawatir," tegas Ganjar seperti dikutip dari Kantor Berita RMOL Jateng.


Pihaknya menegaskan tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Bahkan Minggu pagi (22/3), seluruh jajaran Pemprov Jateng menggelar rapat untuk mencarikan solusi atas persoalan ini.

"Hari Minggu kami tetap rapat dan mencari solusinya. Kami tidak tinggal diam dan akan terus berusaha semampu kami," tandasnya.

Perkembangan pasien positif Covid-19 di Jawa Tengah terus bertambah. Total pasien positif sebanyak 15 orang.

"Saat ini lanjut ada 2.416 Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Jateng, 196 Pasien Dalam Pemantauan (PDP) telah dirawat dan positif sebanyak 15 orang. Tiga diantara yang positif itu meninggal dunia," kata dia.

Penambahan satu pasien positif corona tersebut terjadi di Solo dan dirawat di RSUD Moewardi Solo. Pasien berjenis laki-laki itu dinyatakan positif setelah melakukan kontak dengan pasien yang dirawat di RSUD Margono Kabupaten Banyumas.

Tidak hanya persiapan rumah sakit, Ganjar juga meminta seluruh Bupati/Wali Kota di Jateng diperintahkan terus bergerak melakukan pelacakan. Ini harus dilakukan secara serius untuk menanggulangi penyebaran yang ada.

"Saya minta kawan-kawan Bupati/ Wali Kota serius melakukan penelusuran. Masyarakat juga kami minta terbuka menyampaikan informasi kepada kami, apabila pernah melakukan kontak dengan pasien yang positif itu," ucapnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya