Berita

Natalisu Pigai/Net

Politik

Natalius Pigai: Demi Negara Dan Rakyat, Pak Jokowi Lockdown Indonesia!

SENIN, 23 MARET 2020 | 02:45 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pemerintahan Joko Widodo beberapa pekan ini nampak gelabakan menangani wabah Virus Corona baru (Covid-19). Jumlah penambahan kasus  yang signifikan hingga angka kematian yang sudah mencapai 48 orang seharusnya menjadi alasan pemerintah untuk memberlakukan lockdown.

Mantan anggota Komnas HAM, Natalius Pigai memberi saran kepada Presiden Joko Widodo dalam mengatasi virus mematikan ini. 

Seraya mencuitkan pengalaman dirinya yang telah menjalani karier di pemerintahan selama 20 tahun, Natalius meminta Jokowi memberlakukan lockdown.
"20 tahun perjalanan karier saya di pemerintahan 1999-2017, sudah jadi staf khusus, jabatan struktural, pimpin instansi. Saya juga teman dekatpejabat tinggi negara mereka hormat dan segan karena integritas dan saran terukur. Demi negara dan rakyat saya saran ke Pak Jokowi lockdown Indonesia," demikian cuitan Natalius Pigai Minggu malam (22/3).

"20 tahun perjalanan karier saya di pemerintahan 1999-2017, sudah jadi staf khusus, jabatan struktural, pimpin instansi. Saya juga teman dekatpejabat tinggi negara mereka hormat dan segan karena integritas dan saran terukur. Demi negara dan rakyat saya saran ke Pak Jokowi lockdown Indonesia," demikian cuitan Natalius Pigai Minggu malam (22/3).

Diketahui, kasus perkembangan pasien Covid-19 per Minggu (22/3) sebanyak 514 dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, sebanyak 437 sedang menjalani perawatan, 29 orang dinyatakan sembuh dan korban kematian sebanyak 48 nyawa.

Meski demikian, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo memastikan sesuai arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah tidak akan memberlakukan lockdown.
Pemerintah merasa yakin penyebaran virus mematikan asal China ini. Doni meminta masyarakat mematuhi arahan pemerintah terkait penerapan social distancing (jaga jarak). Dengan cara ini pemerintah akan mmapu mengatasi bencana non alam ini.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya