Berita

Tim medis dari TNI AD dan IDI sedang koordinasi di RS darurat di Kemayoran/RMOL

Kesehatan

Tim Medis TNI AD Bersama IDI Siapkan Ruang Isolasi RS Darurat Wisma Atlet

MINGGU, 22 MARET 2020 | 23:32 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Pusat Kesehatan Angkatan Darat (Puskes TNI AD) mengirimkan sejumlah personel dokter dan tenaga kesehatan TNI AD untuk  melaksanakan misi kemanusiaan di Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Pengiriman personel tersebut dilakukan hari ini dan akan bertugas selama sebulan ke depan dimulai pada hari Senin esok (23/3).

Setidaknya ada 11 dokter spesialis dan 30 dokter umum Angkatan Darat yang diperbantukan untuk menangani pasien Covid-19 yang semakin membludak dari hari ke hari.


Dalam suratnya, Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat, Mayor Jenderal Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., M.A.R.S., M.H. menyebutkan bahwa selain dokter, Puskes Angkatan Darat juga mengirimkan 1 orang personel apoteker, 2 orang personel asisten apoteker, 5 personel analis laboratorium, 5 personel penata rongen, 50 perawat umum, dan 50 personel non medis dalam misi tersebut.

Untuk mendukung operasional RS Darurat ini, Angkatan Darat bersama Kemenkes juga menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Siang ini, Ketua Terpilih PB IDI, dr. Moh Adib Khumaidi, SpOT yang ditemani oleh Brigjen TNI dr. Agung Hermawanto mengecek langsung kesiapan Rumah Sakit Darurat sebelum esok digunakan.

dr Adib menjelaskan, ada 2 tugas pokok IDI dalam operasional RS Darurat Wisma Atlet ini, pertama yaitu medical support (dukungan medis) dan management support (dukungan manajemen).

Dukungan medis yang diberikan IDI adalah penyediaan tenaga kesehatan mulai dari dokter umum hingga dokter spesialis untuk menangani pasien Covid-19.

Sementara dukungan manajemen yang dilakukan oleh IDI adalah membuat sistem alur (flow chart) pasien mulai dari pendaftaran pasien, sistem rujukan, penanganan kedaruratan, isolasi, hingga pasien sembuh.

"IDI terlibat penuh bersama tim medis Angkatan Darat dan Kementerian Kesehatan untuk menjalankan operasional Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet," ujar dr Adib yang juga merupakan Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) kepada wartawan, Minggu (22/3).

Untuk diketahui, Rumah Sakit Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet ini dapat menampung kurang lebih 2.500 pasien dan tentunya akan diklasifikasi, mana yang harus masuk di ruang isolasi dan ruang observasi.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya