Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Setelah "Virus China", Trump Salahkan Tidak Transparannya Pemerintahan Xi Jinping

MINGGU, 22 MARET 2020 | 09:38 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyalahkan China atas wabah virus corona atau Covid-19 yang saat ini berada dalam status pandemik.

Dalam konferensi pers pada Sabtu (21/3) di Gedung Putih, Trump mengatakan seandainya China bergerak lebih awal, maka wabah tidak akan separah ini melanda AS dan dunia.

"Saya berharap China akan memberitahu kami betapa buruknya situasi sebelum kami harus membacanya. Karena mereka memiliki masalah besar dan mereka mengetahuinya," ujar Trump seperti dimuat Reuters.


"China sangat tertutup dan itu sangat disayangkan," imbuhnya.

Beberapa waktu terakhir, Trump memang gencar menyalahkan China atas apa yang terjadi akibat wabah corona.

Berulang kali, alih-alih menggunakan istilah "Virus Corona", Trump justru menyebut "Virus China".

Namun beberapa hari kemudian, Trump justru memuji pemerintahan Presiden Xi Jining yang telah bekerja keras melawan virus melalui cuitannya.

"Saya sangat menghormati China. Saya pikir orang-orang di China luar biasa. Tapi jika kita tahu sebelumnya, segalanya akan jauh lebih baik," cuit Trump.

Sementara ketika dikritik atas respons lambatnya menangani corona, Trump berdalih justru ia lah yang mulai memberlakukan larangan perjalanan pada China sejak Januari.

Saat ini, AS sendiri mengaku tengah dihadapkan pada kekhawatiran akan kekurangan masker, baju pelindung, ventilator, dan peralatan medis lainnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya