Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Jubir Corona: Klorokuin Hanya Untuk Pengobatan, Bukan Pencegahan

SABTU, 21 MARET 2020 | 18:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Jurubicara pemerintah untuk penanganan virus corona atau Covid-19 Achmad Yurianto, memberikan warning kepada masyarakat untuk tidak menimbun obat untuk penyembuhan pasien corona.

Obat yang dimaksudkan Achmad Yurianto adalah yang disebutkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni klorokuin.

"Sekali lagi, klorokuin obat yang digunakan untuk penyembuhan, bukan untuk pencegahan. Oleh karena itu tidak perlu masyarakat membeli klorokuin dan menyimpannya" kata Achmad Yurianto saat di Gedug Graha BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (21/3).


Lebih lanjut, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan ini menyatakan, klorokuin tidak bisa sembarangan di konsumsi.

Atau dengan kata lain, obat untuk malaria ini bisa dibeli dengan menggunakan resep dokter.

"Ingat, klorokuin obat keras yang bisa dibeli hanya menggunakan resep dokter," tegasnya.

Oleh karena itu, Achmad Yurianto berharap masyarakat tidak salah persepsi atas penggunaan klorokuin ini.

"Jangan menganggap bahwa klorokuin adalah obat untuk mencegah infeksi Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu berbondong-bondong membeli dan menyimpannya di rumah," jelasnya.

Adapun untuk rencana stok klorokuin yang disediakan pemerintah, disampaikan Achmad Yurianto, akan didatangkan dari luar negeri mulai Minggu (22/3) besok.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya