Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Sebelum Terapkan Rapid Test Covid-19, Nasdem Minta Jokowi Pertimbangkan Kondisi Demografi Dan Geografi

SABTU, 21 MARET 2020 | 01:57 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

. Penerapa rapid test Covid-19 yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo perlu menggunakan strategi khusus. Sebabnya, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tinggi dan kondisi geografis yang luas.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menjelaskan bahwa rapid test Covid-19 membutuhkan strategi khusus karena aspek demografi Indonesia dan Korea sangat jauh berbeda.

Dari jumlah penduduk, legislator Nasdem asal Sulawesi Utara tersebut menyebutkan bahwa penduduk indonesia 5 kali lipat dari penduduk Korea Selatan yang hanya 51 juta. Dari angka tersebut sudah dipastikan kompleksitas jauh lebih besar.


“Demografi dan geografi juga berpengaruh pada pelaksanaan rapid test massal virus corona ini. Pulau Jawa khususnya menjadi daerah dengan positif corona terbanyak, dan penduduknya yang mencapai 141 juta orang, menyisirnya harus ada strategi khusus, juga protokol yang jelas,” tutur Felly, Jumat (20/3).

Felly menyebutkan, protokol berupa petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan petunjuk teknis (Juknis) sangat ditunggu masyarakat dan para pelaksana teknis didaerah. Tujuannya untuk menjadi acuan bagaimana para pelaksana mempunyai standar yang jelas mengenai penanganan wabah hingga proses isolasi di rumah sakit rujukan.

“Protokol itu outputnya adalah keberhasilan kebijakan Rapid Test Corona secara massal. Dengan kata lain menjadi ujung tombak. Juga pelaksana harus disiplin dalam pelaksanaannya. Kelonggaran-kelonggaran dalam situasi saat ini harus diperkecil guna keberhasilaan penanganan corona,” imbuhnya.

Selain itu, Felly juga menginginkan mitigasi Orang Dengan Pengawasan (ODP) dengan Pasien dengan Pengawasan (PDP) segera dipercanggih lagi. Ia membayangkan kerumitan di lapangan akan terjadi tatkala perpindahan orang secara massif tidak bisa ditelusuri dengan tuntas.

“Ini yang kita tidak inginkan, penyebarannya yang tidak terlacak oleh sistem yang canggih," katanya.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo memberikan arahan untuk melakukan Rapid Test massal terhadap semua orang yang mempunyai potensi paling besar tertular seperti orang yang pernah berinteraksi dengan pasien positif corona.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya