Berita

Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Pemerintah Siapkan 1 Juta Alat Rapid Test Hanya Untuk Kelompok Berisiko

JUMAT, 20 MARET 2020 | 16:04 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Tidak semua masyarakat Indonesia akan melakukan rapid test untuk virus corona (Covid-19).

Hanya kelompok-kelompok yang memiliki potensi terinfeksi yang akan mendapatkan tes tersebut, di mana jumlahnya sekitar 600 hingga 700 ribu orang.

Demikian yang disampaikan oleh Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto dalam konferensi pers di kantor BNPB Indonesia, Jakarta, Jumat (20/3).


"Pemerintah menyiapkan 1 juta kit (alat pemeriksaan) untuk melakukan rapid test," ujar Yurianto.

"Ini dilakukan melalui analisa risiko, tidak semua orang diperiksa," lanjutnya.

Ada pun orang-orang yang akan mendapatkan rapid test adalah orang yang melakukan kontak dengan pasien positif corona dan orang yang baru pulang dari luar negeri.

"Contoh sederhana, apabila seseorang dirawat dengan konfirmasi kasus positif, maka kita akan tes, tarik ke belakarang 14 hari, di mana dia berada," papar Yurianto.

Apabila pasien positif tersebut hanya di rumah atau kantor, maka seluruh orang rumah atau kantor tersebut akan diperiksa.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya