Berita

Anggota DPR FPKB, Anggia Erma Rini/Net

Politik

Antisipasi Ledakan Wabah Corona, PKB Usul Pemerintah Gratiskan Tes Covid-19

KAMIS, 19 MARET 2020 | 15:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Perkembangan virus corona baru atau disebut Covid-19 terus meningkat. Data hingga Rabu (18/3) dari total 227 kasus, ada 19 orang yang dinyatakan meninggal akibat terinfeksi Covid-19.

Merespons fakta itu, Anggota Komisi IX dari Partai Kebangkitan Bangsa, Anggia Erma Rini, meminta pemerintah bergerak cepat, tepat dan efektif. Tujuannya untuk mencegah ledakan kasus corona dalam beberapa hari kedepan.

"Angka ini menjadikan Indonesia tertinggi di dunia persentase kematiannya. Ini tidak main-main. Tindakan cepat, tepat, dan efektif harus diambil pemerintah jika tidak ingin beberapa hari ke depan ledakan kasusnya makin serius," ujar Anggia, Kamis (19/3).


Kapoksi FPKB Komisi IX DPR RI ini mengingatkan bahwa sampai ini masih banyak alat pelindung diri (APD) yang kosong di rumah sakit hingga ruang isolasi rumah sakit yang sudah overload. Pelaksanaan tes juga lambat. Anggia meminta ketersediaan APD diprioritaskan pemerintah.

"APD vital karena dokter dan perawat di garda depan penanganan pasien positif Covid-19. Kebutuhan ruang isolasi juga amat mendesak. Kemarin ada salah satu pasien dari Ciputat mengalami sesak nafas, belum mendapat tempat karena RS rujukan penuh semua," ujar Anggia.

Ketua Umum PP Fatayat NU itu, menegaskan tidak ada waktu untuk menunda penanganan wabah Covid-19. Selain itu, dia meminta agar dilakukan tes secara masif.

"Jangan sampai seperti Iran, yang tiba-tiba membeludak akibat lambatnya tes dan pencegahan sejak awal.  Kunci penanganan ada dua. Pertama, tes supaya musuh kelihatan. Kedua, edukasi supaya kita saling menjaga," papar Anggia.  

Soal pembiayaan untuk melasanksanakan tes Covid-19, Anggia meminta pemerintah menggratiskan seluruh masyarakat yang melakukan tes. Usulan itu berlaku bagi pasien yang dirawat, baik berstatus orang dalam pengawasan (ODP) dan juga pasien dalam pengawasan (PDP).

"Ini tanggung jawab negara. Pandemi ini amat serius dan butuh kebijakan-kebijakan serius pula. Jangan bayar, dan harus gerak cepat, tepat, dan akurat," ujarnya.

Terkait pertimbangan lockdown, Anggia menegaskan muara kebijakan pemerintah adalah aspek kemanusiaan.

"Semua kebijakan politik, apapun, harus bermuara pada kepentingan kemanusiaan," tegasnya.
Anggia mengimbau kepada masyarakat agar memahami pentingnya saling menjaga satu sama lain. Masyarakat, tambah Anggia harus membiasakan pola hidup bersih dan sehat.

"Kita tidak tahu virus ini sedang berada di mana, menempel pada apa, dan kapan penularannya. Di sisi pemerintah dan pelayanan kesehatan, tes sangat urgen dilakukan agar antisipasinya lebih dini karena musuh kita, Covid -19, kelihatan," kata Anggia.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya