Berita

Saleh Partaonan Daulay/Net

Politik

Dukung Langkah Prabowo Ambil Alkes Ke Shanghai, Komisi IX: Fakta Di Lapangan Alat-alat Itu Langka

KAMIS, 19 MARET 2020 | 15:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi IX DPR sangat mendukung langkah yang diambil oleh Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto yang meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengambil alat kesehatan (Alkes) ke Shanghai, China.

Permintaan itu termuat dalam surat Prabowo bernomor B/667/III/2020 tertanggal hari ini, perihal Pengambilan Alat Kesehatan.  

Adapun Alkes berupa disposable masks, n95 masks, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps itu nantinya akan digunakan oleh Tim Medis Kemhan dan TNI guna pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona baru (Covid-19).


"Saya mendukung kebijakan Menteri Pertahanan untuk mengambil alkes ke Shanghai," kata anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).

Pasalnya, kata politisi PAN ini, alkes yang dimiliki oleh Indonesia terbilang minim dan langka untuk kebutuhan tim medis. Belum lagi, tingginya harga alat kesehatan di tengah wabah virus corona membuat masyarakat kesulitan.

"Aat-alat kesehatan itu sangat dibutuhkan di tanah air. Sementara fakta di lapangan, alat-alat itu sangat langka dan kalaupun ada harganya sangat mahal. Dengan mengambil ke Shanghai, diharapkan pasokan alkes akan tersedia dan paramedis dan pasien yang membutuhkan bisa menggunakannya," tutur Saleh.

Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini menilai kebijakan yang diambil oleh Prabowo itu sudah tepat. Sebab, tidak ada salahnya jika pemerintah Indonesia meminta bantuan kepada negara sahabat untuk menyelamatkan warga negaranya sendiri.

"Ini masalah kemanusiaan. Tentu tidak ada salahnya meminta bantuan ke negara lain. Kita lagi butuh. Paramedis kita sudah banyak yang meminta agar hal ini bisa dipenuh," demikian Saleh Daulay.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Marak OTT Kepala Daerah, PKB Minta Evaluasi Desain Pilkada

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:25

Program Digitalisasi Pembelajaran Jangkau 288.865 Sekolah

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:20

8 Dekade BNI Tumbuh Bersama Indonesia dalam Semangat Swadharma Bhakti Nagara

Jumat, 03 Juli 2026 | 16:00

10 Biksu Thailand Tewas Tertabrak Pikap yang Dikemudikan Bocah 11 Tahun

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:47

Kemandirian Energi, Masa Depan Pembangunan Ekonomi Indonesia

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:42

UMiMAX Pertamina Bantu Masyarakat Rentan Kembangkan Usaha

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:30

Lewat X-ray, Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkotika

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:24

13 Negara Pastikan Tempat di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Aktivis Tibet Tewas Bakar Diri di Dekat Markas PBB New York

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:23

Bupati Langkat Syah Afandin Digiring ke Gedung Merah Putih KPK

Jumat, 03 Juli 2026 | 15:11

Selengkapnya