Berita

Kelangkaan masker/Net

Politik

Ekspor Masker Ke Luar Negeri Meningkat, Indef: Pemerintah Harus Ambil Sikap Tegas

RABU, 18 MARET 2020 | 21:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mulai langka dan naiknya harga salah satu alat kesehatan untuk mengantisipasi wabah virus corona, masker, disinyalir karena telah diekspor besar-besaran ke luar negeri terutama China.

Pemerintah pun diharapkan untuk mengeluarkan kebijakan tegas untuk menyetop ekspor masker ke luar negeri.

Demikian disampaikan ekonom Indef Bhima Yudhistira, saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Rabu (18/3).


"Itu harus dibatasi ekspor masker ya. Karena ini termasuk alat kesehatan yang memang harus dijamin untuk kebutuhan dalam negeri. Nah ini pemerintah bisa mengatur melalui Peraturan Kemendag ya melarang sementara ekspor masker," tegasnya.

Selain itu, lanjut Bhima Yudhistira, sejumlah perusahaan medis BUMN sedianya perlu melakukan langkah agar tidak terjadi penjualan harga masker yang tinggi.
 
"Bagaimana caranya BUMN-BUMN farmasi ini produksi masker lebih tinggi. Tanggungjawab BUMN-nya kemana gitu?," pungkasnya.

Sekadar informasi, dari data BPS, jumlah ekspor masker selama Februari 2020 tercatat 1,2 juta kilogram. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan Februari 2019 yang hanya 19 ribu kg.

Secara kumulatif Januari-Februari 2020, ekspor masker mencapai 1,38 juta kg atau senilai 1 miliar dolar Amerika Serikat. Data ini meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya 40,3 ribu kg atau senilai 258 ribu dolar Amerika Serikat.

Jika dirinci, ekspor masker Indonesia ke berbagai negara menunjukkan bahwa ekspor ke China cukup tinggi. Tercatat 826,14 ribu dolar AS di Januari dan 25,60 juta dolar AS di Februari 2020.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya