Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Bisnis

Gonjang-ganjing Virus Corona, Sri Mulyani Fokuskan APBN Untuk Tiga Sektor Prioritas

RABU, 18 MARET 2020 | 15:38 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 akan diprioritaskan untuk tiga sektor utama.

Tiga sektor yang dimaksud adalah sektor kesehatan, jaring pengaman nasional (social safety net), dan sektor dunia usaha, termasuk industri kesehatan. Hal ini ditetapkan setelah Indonesia dihantam oleh wabah virus corona atau Covid-19.

Untuk sektor kesehatan, pemerintah akan menyiapkan anggaran untuk menopang pasien virus corona yang disiapkan bersama dengan BPJS Kesehatan (BPJS Kes).


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pihaknya akan segera menyusun Perpres untuk mendukung penanggulangan wabah virus corona.

"Kami akan menyusun Perpres dalam rangka kepastian fasilitas RS dan BPJS untuk bisa mendukung langkah-langkah penanggulangan Covid-19," ujar Sri Mulyani, dalam konferensi pers APBN Kita yang dilakukan melalui video konferensi, Rabu (18/3).

Dia berjanji jaminan sosial juga akan diberikan kepada masyarakat yang terdampak langsung dengan adanya penyebaran virus dan keputusan work from home.

Untuk sektor usaha, pemerintah akan mengarahkan APBN untuk menyelamatkan dunia usaha dan memberikan dukungan maksimal agar bisa melewati masa-masa sulit ini.

Dukungan ini sudah dituangkan di dalam stimulus ekonomi jilid II, dimana salah satunya adalah relaksasi pembayaran PPh 21, PPh 22 dan PPh 25 serta restitusi dipercepat.

Relaksasi ini juga akan difokuskan bagi industri alat kesehatan. Sri Mulyani menegaskan dia akan mengecek apakah industri kesehatan sudah memanfaatkan relaksasi pajak tersebut

Sri Mulyani mengungkapkan masa sekarang ini adalah masa yang penuh tantangan. Di saat sulit seperti ini penerimaan negara pun merosot drastis sementara kebutuhan yang harus dipenuhi juga tak kalah besar.

"Ini adalah masa-masa yang menantang," ujar Sri Mulyani.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya