Berita

Keterangan Komisi III terkait polemik kedatangan 49 WN China di Kendari/RMOL

Politik

Komisi III DPR Minta Jenderal Idham Azis Klarifikasi Polemik Kedatangan 49 WN China Di Bandara Haluoleo

SELASA, 17 MARET 2020 | 18:25 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi III DPR RI meminta Kapolri Jenderal Idham Azis bersama jajarannya menjelaskan kepada publik atas perbedaan pernyataan pihak kepolisian dan Kementerian Hukum dan HAM terkait 49 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang masuk ke Bandara Haluoleo Kendari, Sultra.

Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR RI Supriansa saat jumpa pers bersama anggota Komisi III yang lainnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (17/3).

"Menanggapi adanya perbedaan data, maka Komisi 3 DPR RI meminta kepada Kapolri untuk memberikan klarifikasi secara terbuka dan komprehensif mengenai permasalahan tersebut," kata Supriansa.


Sekadar informasi, Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam menyatakan bahwa 49 WNA asal China itu adalah TKA yang datang dari Jakarta usai mengurus perpanjangan izin kerja dan kembali ke Morosi untuk kembali bekerja. Bahkan Kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap pelaku penyebaran video tersebut.
 
Akan tetapi, pernyataan tentang TKA tersebut diralat oleh Kepala Kantor Wilayah Sulawesi Tenggara Kemenkumham Saemu Alwi. Menurut dia, 49 TKA tersebut adalah TKA baru yang berasal dari Henan, China dan baru tiba di Kendari dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia dengan melakukan transit di Thailand.

Para TKA ini selanjutnya diperbolehkan masuk karena dinilai telah sesuai dengan persyaratan dokumen perjalanan dan izin tinggal. Para TKA ini pun disebut telah berbekal surat kesehatan (medical certificate) dari Pemerintah Thailand dan telah dikarantina sejak 29 Februari 2020 hingga 15 Maret 2020.

Bahkan, sambungnya, para TKA tersebut juga telah mengantongi Kartu Kewaspadaan Kesehatan oleh petugas Karantina Kesehatan dan Rekomendasi dari Bandara Soekarno-Hatta.

Atas dasar itu, Komisi III DPR RI meminta pihak Kepolisian untuk mengedepankan aspek kehati-hatian dalam menyampaikan informasi kepada publik. Sebab, di tengah wabah virus corona, tumpang tindih fakta terkait 49 TKA asal negeri tirai bambu itu akan menimbulkan gejolak ditengah masyarakat.

"Mengingatkan kepada Kapolri dan jajarannya untuk melakukanTupoksi secara akuntabel, transparan dan berdasarkan perinsip kehati-hatian sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Hal ini penting untuk menghindari perdebatan dan tidak menimbulkan keresahan atau kegaduhan ditengah-tengah masyarakat," demikian Supriansa.

Selain Supriansa, turut hadir saat jumpa sejumlah anggota Komisi III DPR RI lainnya yakni Habiburrokhman dari fraksi partai Gerindra , Santoso dari fraksi Demokrat, Pangeran Khairul Saleh dari fraksi PAN.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya