Berita

Potongan video kedatangan TKA China di Kendarai yang vira;/Repro

Politik

49 WNA China Masuk Ke Sultra Saat Wabah Corona Bukti Pemerintah Main-main Dalam Lindungi Warganya

SELASA, 17 MARET 2020 | 14:36 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah mesti sigap menyikapi informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait puluhan diduga Warga Negara Asing (WNA) asal China melintas di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagaimana beredar di media sosial (medsos) sejak beberapa waktu belakangan.

Pasalnya, puluhan diduga WNA asal China yang berada di Sulawesi Tenggara itu seolah menunjukkan kinerja pemerintah mencegah virus Corona di tanah air terkesan main-main.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (17/3).  


"Sangat memprihatinkan cara pemerintah mengambil sikap di tengah kondisi darurat semacam ini. Padahal penting bagi negara memastikan warganya terhindar dari wabah," ujar Dedi Kurnia Syah.

"Semisal menutup akses masuk warga negara asing, atau menahan WNI yang pulang dari negara terjangkit," sambungnya.

Menurut Dedi, jika peristiwa di Bandara Haluoleo Kendari itu benar adanya, maka pemerintah pusat dan daerah mesti segera memperbaiki komunikasi koordinasi yang baik antara keduanya.

Lebih jauh dari itu, pengamat politik jebolan Universitas Telkom itu menilai, pemerintah justru membiarkan warganya terancam virus yang telah mematikan ribuan nyawa manusia.

"Tetapi pemerintah sepertinya punya prioritas sendiri dan prioritas itu bukan untuk warganya sendiri," pungkasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Wall Street Lesu, Nasdaq Anjlok Paling Dalam

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:20

Tok! Pertamax Naik Drastis Jadi Rp16.250 per Liter Mulai Hari Ini

Rabu, 10 Juni 2026 | 08:02

Peringati 100 Hari Perang, Ghalibaf Puji Keteguhan Rakyat Iran

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:49

Logam Mulia Melemah, Pasar Waspadai Lonjakan Inflasi AS

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:39

JIS Diburu Sponsor, Jakpro Mulai Proses Tender Naming Rights

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:27

AS Gempur Iran Setelah Helikopter Apache Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:16

Saham Teknologi dan Perbankan Tertekan, Bursa Eropa Ditutup Lesu

Rabu, 10 Juni 2026 | 07:05

Ditopang Geng Solo dan Golkar, Duet Gibran-Bahlil Bisa jadi Efek Kejut di Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:58

Iran Disebut Memiliki Tiga Senjata Nuklir yang Bikin AS-Israel Ketar-ketir

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:30

Lagu ‘MBG’ Sarana Efektif Dongkrak Popularitas Bahlil Menuju Pilpres 2029

Rabu, 10 Juni 2026 | 06:01

Selengkapnya