Berita

Ledakan di komplek pemrosesan minyak milik Petronas dan Saudi Aramco pada 2019/Net

Dunia

Ledakan Hebat Di Komplek Pemrosesan Minyak Petronas Dan Saudi Aramco, 5 Meninggal Dunia

SENIN, 16 MARET 2020 | 16:20 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Sebuah ledakan dan kebakaran hebat terjadi di komplek pemrosesan minyak di Johor, negara bagian selatan Malaysia.

Ledakan yang terjadi pada Minggu malam (15/3) tersebut diketahui terjadi di unit diesel hydro treater milik Petronas dan Saudi Aramco.

Menurut petugas pemadam kebakaran pada Senin (16/3), insiden tersebut menewaskan 5 orang dan banyak korban lain yang menderita 70 persen luka bakar.


Penyebab kebaran yang diperkirakan terjadi pada pukul 11.20 malam itu saat ini tengah diselidiki.

"Setelah tiba di lokasi, tim menemukan bahwa ledakan dan kebakaran terjadi di unit hydrotreater diesel pabrik yang menggunakan hidrogen untuk menghilangkan limbah belerang dari diesel mentah," ujar pemadam kebarakan seperti dimuat CNA.

Atas insiden tersebut, Sultan Johor, Sultan Ibrahim menyampaikan belasungkawanya kepada para korban dan keluarga.

Sultan Ibrahim juga menginstruksikan Departemen Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Malaysia untuk segera mencari penyebab kebakaran.

"Pada saat yang sama, saya ingin langkah-langkah keamanan di tempat kerja selalu diprioritaskan untuk mencegah kecelakaan," katanya.

Ini adalah kebakaran kedua dalam waktu kurang dari setahun di Kompleks Pengerang Terpadu (PIC) di negara bagian selatan Malaysia, Johor.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya