Berita

Ilustrasi penanganan corona/Net

Publika

Dosis Pas Lockdown

SENIN, 16 MARET 2020 | 13:53 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

VIRUS Corona pandemik global. Belum ada vaksin. Nggak ada solusi tunggal. Shutdown, Wuhan-lockdown, partial lockdown, quarantine, smartwork. You name it.

Semuanya punya implikasi sosial-politik. Mereka yang mendesak lockdown tetap mengatakan ada konsekuensi ekonomi. Tapi nyawa manusia lebih penting. Salah-salah, bukan hanya nyawa melayang. Tapi diikuti domino-effect dan collapse of government.

"All substances are poisons; there is none which is not a poison. The right dose differentiates a poison and a remedy," kata Swiss physician Paracelsus.


Solusi tepat sesuai dosis. Itu kuncinya. Wuhan-lockdown adalah solusi ektrem. Baru saja Gubernur Anies Basweday pangkas 248 rute busway jadi 13 rute alias 93 persen. Publik langsung bunyi. Antrean 1 kilometer. "Social distancing" jadi batal karena kerapatan orang semakin mampet.

Arahan bukan instruksi. Smartwork sumbernya dari Milan dan Amerika. Hanya sedikit orang kaya yang sanggup melakukan kerja dari rumah.

Buruh pabrik, retailer, satpam, ojek, waitress, chef, office-boys, dan sebagainya harus ngantor. Gunakan transportasi publik.

Lockdown punya beberapa syarat. Banyak yang sudah menulis precondition itu. Logistik dan militer mesti cukup. India menutup mall-mall, bioskop, gym, kolam renang. Memaksa orang stay-home sedangkan tagihan listrik dan PAM terus jalan ya sama aja bohong. Makanan harus beli, ya katro maz.

Indonesia bahkan belum sanggup nge-lockdown media sosial tempat elemen antipemerintah menebar virus infodemic.

Daripada sok-sok-an manggung di atas Corona-wave, sebaiknya pemerintah fokus meningkatkan kapasitas rumah sakit.

Rebut Rumah Sakit swasta. Jadikan medical center sementara. Siapkan stadion dan hotel sebagai emergency hospitals.

Impor dokter. Maksimalkan dokter lokal. Kerahkan mahasiswa kedokteran. Buka relawan suster. Pekerjakan narapidana bikin masker. Tambah test kits. Gratiskan masker dan sanitizer. Paksa konglomerat sumbang dana.

State emergency jangan cuma ngomong doang. Gunakan "iron fist" & kekuatan militer sebagai alat pemaksa. Gebuk provokator dan penyebar hoax corona. Mantapkan stabilitas nasional.

Para provokator dan elemen antipemerintah mestinya tahan diri. Covid-19 bencana nasional. Pemerintahan harus menang.

PM Modi menghadapi dua front perang; Covid-19 dan CAB Rioters. Opsi militer diambil. Demonstrans rusuh diredam dengan tongkat. Api padam sebelum besar.

Rakyat Indonesia, utamanya orang Jakarta, itu tidak bodoh. Banyak yang under-educated. Tapi "Education is not equal to intelligence".

Mereka kalem, sedikit waswas, tetap waspada dan tidak takut. Sekalipun katanya nggak sekolah, tapi mereka punya innate ability to assimilate knowledge.

Mereka tahu ada bahaya Covid-19. Mereka mau selamat dan hidup. Tugas pemerintah beri kemudahan. Jangan malah bikin policy yang semakin memperluas outbreak.

Pemimpin yang bersikap merendahkan kecerdasan publik ini akan mengambil policy keliru. Stephen Hawking menyatakan, "People who boast about their I.Q. are losers."

Zeng Wei Jian

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya