Berita

Berburu Covid-19 di Korea Selatan/Net

Kesehatan

Penelitian ITB: Social Distancing Paling Efektif Kurangi Penyebaran Covid-19

MINGGU, 15 MARET 2020 | 23:33 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sampai kini belum ditemukan antivirus untuk melawan Covid-19. Dengan demikian, cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini adalah dengan menghindari penyebab penularan virus.

Demikian antara lain rekomendasi peneliti dari Pusat Pemodelan Matematika dan Simulasi Instititut Teknologi Bandung (ITB) dan KK Matematika Industri dan Keuangan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB yang melakukan simulasi pemodelan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Para peneliti yang terlibat dalam pemodelan ini adalah Nuning Nuraini, Kamal Khairudin, dan Mochamad Apri. Simulasi yang mereka kerjakan dirilis hari Minggu (15/3).


Mereka mengumpulkan data-data dari Republik Rakyat China, Korea Selatan, Italia dan Iran. Lalu menggunakan model Korea Selatan untuk memproyeksikan penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan menggunakan Kurva Richards.

Kesimpulan mereka, puncak serangan Covid-19 terjadi pada akhir Maret. Korban terjangkit bisa melebihi angka 8.000 orang.  

Disebutkan, Covid-19  menyebar terutama dari orang ke orang. Antara lain melalui sentuhan dalam jarak kurang dari 6 kaki atau sekitar 1,82 meter dan melalui dahak atau bersin orang yang terinfeksi.

“Ada satu hal yang sangat sederhana yang bisa kita lakukan dan diharapkan berhasil untuk mencegah laju penyebaran yakni: jaga jarak sosial (social distancing),” tulis para peneliti dalam pemodelan yang mereka lakukan.

Jarak sosial ini dapat diartikan dengan menahan diri untuk menjauhi kerumunan dan membatasi keinginan untuk keluar rumah tanpa keperluan yang penting.

“Memindah pekerjaan, sistem pendidikan secara daring, membatalkan atau menunda rekreasi dan kegiatan-kegiatan yang bersifat massal mungkin tidak nyaman, menjengkelkan, dan mengecewakan,” tulis mereka lagi.

“Namun itu sepadan dengan resiko yang akan kita hadapi bila mengabaikannya. Selain itu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sesuai panduan yang diberikan oleh pihak kesehatan masyarakat terkait hal ini dan harus dilakukan secara disiplin,” sambung penelitian itu.

Mereka yakin, didukung oleh informasi yang lebih baik, model dapat membantu menentukan kebijakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.

Saat ini pengembangan model untuk mengakomodasi berbagai pilihan strategi pengendalian, memetakan penyebaran spasial dan usulan strategi pencegahan lainnya sedang dikonstruksi oleh banyak ahli dan diharapkan dapat memberikan masukan bagi para pembuat keputusan di tingkat pemerintahan daerah maupun pusat.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya