Berita

Ilustrasi/Net

Publika

Natural Self Quarantine

MINGGU, 15 MARET 2020 | 18:23 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

MASUK bulan Maret, Covid-19 menggila. Ngamuk. Eropa dinyatakan sebagai episentrum baru. Nyonya Prime Minister Spanyol Pendro Sanchez positif coronavirus. Sama seperti Menteri Budi Karya.

Aksi heroik Budi Karya sambut Kapal Diamond Princess harus dibayar mahal. Dia ingin menenangkan rakyat. Coronavirus is not scary. Akhirnya kena sendiri.

India mengumumkan first case tanggal 30 Januari 2020 di Kerala. Ribuan suspect terkonfirmasi menjadi seratusan kasus positif di Maharashtra, Uttar Pradesh, Punjab, Tamil Nadu dan lain-lain. Pemerintah menutup aktivitas mall, gym, movie theatres dan swimming pools.


PM Narendra Modi menghadapi dua front; Covid-19 warfare dan Citizenship Amendment Bill unrest.

Amerika tidak siap tackling Covid-19. President Trump menyalahkan China dan Partai Demokrat. "Haters Trump" agresif melancarkan hoax dan bully. Akibatnya Amerika hanya sanggup melakukan test total 5 ribu orang. Kalah jauh dibanding Korea Selatan dengan angka 12 ribu test per hari.

Italia dan eropa pertama kali memutuskan flow keluar-masuk dari dan ke China. Amerika justru belakangan. Tapi blokade tidak sanggup menghentikan penyebaran coronavirus.

Tidak ada protokol solusi tunggal yang efektif. Lockdown, social distancing, shutdown, self-quaratine, sampai tembak di tempat.

Vietnam melakukan operasi senyap. Sukses. Salah satu sebabnya; rakyat bersatu dan patuh kepada pemerintah. Tidak ada element anti pemerintah yang punya agenda menciptakan instabilitas dengan menunggangi coronavirus.

Seruan "smartwork" alias "kerja dari rumah" dirilis Milan dan Amerika. "For Millions, That's Impossible," tulis Tara Law.

Menurut Bureau of Labor Statistics, hanya 29 persen pekerja yang bisa kerja tanpa ngantor. Those who work remotely tend to be both better-educated and wealthier.

Jakarta mengalami shock #1 di hari Presiden Jokowi resmi mengumumkan positive corona. Masyarakat panik. Pas gajian. Herd buying pecah di beberapa supermarket.

Orang sampai cakar-cakaran rebutan tisu di Australia dan Amerika. Asian Americas yellow skin pada beli senjata. Kuatir bakal terjadi penjarahan.

Presiden Trump bertindak. Dia beri stimulus 50 milyar dollar. Rileksasi Pajak Pendapatan. Harga saham di pasar modal menguat dan naik 7 persen.

Orang bule, negro, hispanic dan yellow skin kembali panik dan menggasak ludes supermarket setelah Trump menyatakan "Amerika darurat corona". Tisu, susu dan roti lenyap seketika dari pasar.

Malam minggu tanggal 14-15 Maret sesaat setelah berita "Budi Karya" menyebar, rakyat Jakarta langsung bereaksi.

Jalanan sepi. Kendaraan sedikit. Tidak ada penumpukan orang. Di emperan Kota Tua tempat anak-anak muda nangkring menghisap hookah kini sepi. Warga Jakarta melakukan "natural self quarantine".

Jalan raya ke Puncak tetap rame. Warga keliatan nyantai. Di sini hebatnya orang Indonesia. Nggak panik. Tetap waspada. Dan tidak berlebihan. Pemerintah harus hadir menjaga situasi ini. Berantas infodemic. Take down social-media.

Partial lockdown seperti berlakunya jam malam dengan stimulus ekonomi, Listrik dan PAM gratis adalah contoh kehadiran negara di situasi extrim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya