Berita

SBY saat memberi sambutan di Kongres Demokrat/RMOL

Politik

SBY: Terus Terang, Penanganan Virus Corona Kurang Maksimal

MINGGU, 15 MARET 2020 | 11:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Lima tahun ke depan, bangsa Indonesia akan memasuki penggal sejarah penting dan menentukan bagi masa depan Indonesia.

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi Indonesia tidak ringan, sebab situasi global dan kawasan Asia Pasifik tidak menentu dan di internal juga ada masalah serta tantangan tersendiri.

Setidaknya, ada dua krisis besar yang tengah terjadi, yaitu pandemi virus corona dan goncangan ekonomi yang bisa melumpuhkan perekonomian global. SBY berharap dunia tidak gagap dan tidak terlambat menghadapi semua ini.


Presiden keenam RI itu secara khusus menyoroti penanganan virus corona yang terkesan kurang padu dari masyarakat global.

“Terus terang, dalam pengamatan saya, penanganan virus corona secara global kurang maksimal. Koordinasi dan sinergi antar negara kurang. Hampir semua negara bertindak secara unilateral, sendiri-sendiri,” ujarnya saat memberi sambutan di acara Kongres V Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (15/3).

Dia mengingatkan bahwa wabah corona menyebar melalui interaksi antar manusia sedunia. Untuk itu, saran SBY, koordinasi, sinergi, dan kerjasama antar negara harus diperbaiki dan ditingkatkan untuk melawan corona.

“Saya juga mengamati, dalam merespons dan menangani gejolak ekonomi saat ini, dunia kurang padu dan kurang bekerjasama,” tuturnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya