Berita

SBY saat beri sambutan di Kongres V Partai Demokrat/RMOL

Politik

Kata SBY, Indonesia Tidak Kebal Corona Jadi Alasan Kongres Demokrat Digelar Sederhana

MINGGU, 15 MARET 2020 | 11:33 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kongres Partai Demokrat 2020 bisa saja digelar secara besar-besaran. Bahkan para kader Demokrat dari seluruh Indonesia sudah bersiap menghadiri dan menyemarakkan gelaran ini.

Hanya saja, situasi nasional tidak memungkinkan. Hal ini tidak lepas dari sebaran virus corona baru atau Covid-19 yang kian mengkhawatirkan. Di mana Indonesia ternyata tidak kebal dari virus mematikan asal Wuhan, China itu.

Begitu kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Kongres V Partai Demokrat di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (15/2).


“Bersamaan dengan itu, perekonomian global juga tengah mengalami goncangan. Negara kita, Indonesiapun tidak kebal dan mulai merasakan dampaknya,” sambung SBY.

“Karenanya, dengan menjunjung tinggi semangat tenggang rasa dan juga empati, kongres ini kita selenggarakan secara sederhana. Durasi waktu kongres juga kita persingkat,” urainya.

Kongres Partai Demokrat juga memberlakukan protokol keamanan corona dengan sangat ketat. Setiap panitia, kata SBY, harus memproteksi semua peserta kongres, agar terjaga keselamatannya.

“Partai Demokrat juga harus mendukung pemerintah, baik pusat maupun provinsi DKI Jakarta, dalam upaya melindungi warga negaranya dari ancaman virus corona,” terangnya.

Untuk masalah corona, SBY mengaku sudah sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden Jokowi, Menteri Kesehatan Terawan, Kapolri Jenderal Idham Azis, Gubernur DKI Jakarta Profesor Anies Baswedan, dan Ketua Satgas Penanggulangan Virus Corona Letnan Jenderal Doni Monardo.

Presiden keenam RI itu mengingatkan agar negara tidak lengah dan lalai dalam melawan ancaman corona ini.

“Indonesia harus serius, sigap dan melakukan langkah-langkah yang nyata. Pemerintah, masyarakat, kita semua, harus bersinergi dan bekerja sama. Saya yakin ini pulalah harapan rakyat kita,” tutupnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya