Berita

Buku puisi "Kumpulan Surat Cinta" karya J. Kamal Farza/Ist

Nusantara

Penyair J. Kamal Farza Akan Perkenalkan Buku Puisi Di Malam Sastra Margonda

JUMAT, 13 MARET 2020 | 13:58 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Penyair asal Aceh, J. Kamal Farza, akan memperkenalkan buku puisi tunggalnya berjudul "Kumpulan Surat Cinta" pada acara Malam Sastra Margonda, di Kota Depok, Jawa Barat, Sabtu malam (14/3). Buku itu diterbitkan oleh Imaji Indonesia pada Maret 2020.

"J. Kamal Farza akan memperkenalkan bukunya bersama dua sastrawan lain dari Yogyakarta dan Lampung," kata Manajer Imaji Indonesia, Willy Ana yang juga salah seorang inisiator Malam Sastra Margonda, Jumat (13/3).

Penulis lain yang akan memperkenalkan bukunya adalah sastrawan asal Lampung, Mahrus Prihany dengan buku cerpen berjudul "Seseorang yang Menunggu di Simpang Bunglai", dan penyair dari Arif Wibawa dengan buku berjudul "Sekedar Interupsi".


"Memperkenalkan buku baru adalah salah satu program untuk mendorong teman-teman penulis untuk terus berkarya," ujar Willy yang belum lama ini menerima penghargaan sebagai tokoh inspiratif Bengkulu sebagai insiator dan Ketua Festival Sastra Bengkulu.

Secara terpisah, Kamal Farza mengatakan pengenalan bukunya di Malam Sastra Margonda atas insitif Imaji, yang kebetulan inisitator Malam Sastra Margonda.

"Saya akan berbicara beberapa menit tentang proses kreatif saya berkarya pada acara itu. Mungkin juga membaca satu-dua puisi dalam buku saya," ujar Kamal di Jakarta, hari ini.

DIa menambahkan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan buku puisinya itu secara mandiri di sebuah bersimbol Aceh di Jakarta. "Sebab puisi-puisi itu saya tulis di Aceh, merepresentasikan persoalan di Aceh dan diri saya sebagai orang Aceh," lanjut dia.

Malam Sastra Margonda diinisiasi dan digerakkan Mustafa Ismail (penyair asal Aceh), Tora Kundera, Willy Ana (penayir Asal Bengkulu), dan Sigit Che. Bertajuk "Dongeng Tentang Kita".

Malam Sastra Margonda (MSM) kali ini untuk memperingati Hari Dongeng Sedunia yang jatuh pada 20 Maret 2020. Malam Sastra Margoda, yang merupakan program dari Komunitas Sastra Margonda, diadakan di Miebiee Pasta, Jl. Merpati 6 No.237, Depok Jaya, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, tiap Sabtu malam pekan bulan berjalan mulai pukul 19.00 hingga 22.30 WIB.

"Acara diwarnai dengan pembacaan puisi, petikan cerita, mendongeng, musik, dan peluncuran buku," tutur Willy Ana lagi.

Sejumlah penyair akan adu lucu dengan tampil sebagai komedian. "Bang Moes (sapaan akrab Mustafa Ismail), yang kita kenal selama ini sebagai penyair dan jurnalis sebuah media nasional akan kembali tampil sebagai komedian," kata Tora Kundera menambahkan.

"Sastrawan lain yang akan adu lucu menjadi komedian adalah penyair dari Yogyakarta Mahwi Air Tawar dan penulis dan filosof asal Bengkulu Iwan Kurniawan," imbuhnya.

Sejumlah nama penting yang dijadwalkan tampil dalam kegiatan ini adalah Fanny J. Poyk, Sihar Ramses Simatupang, Endang Supriyadi, Iman Sembada, Edrida Pulungan (Medan), Listin Wahyuni (Yogyakarta), Juli Hantoro, Titik Nurhayati, Vivin Sri Wahyuni, Moksha Ragadewa, Ahmad Suyudi, Khairullah Ahyari, Roso Suroso, dan Raden Mas Sudarmono.

"Adapun pertunjukan musik menampilkan Ki Sungsang Sumbal dan kawan-kawan," ujar Sigit Che.

Untuk kegaitan mendongeng akan tampil pasangan ayah-anak, Gunawan Wicaksono bersama Indonesiana Ayuningtyas Wicaksono (8 Tahun). Gunawan adalah lulusan sastra Jawa FIB UI dan dikenal sebagai fotografer sebuah majalah terkemuka Indonesia.

Direnanakan, kegiatan ini akan disiarkan secara langsung di akun Instagram @sastramargonda dan Youtube: Sastra Margonda.

"Kegiatan ini salah satu upaya menciptakan ruang kreatif bagi anak muda untuk berekspresi. Makanya Malam Sastra Margonda tak hanya menyajikan karya sastra, tapi juga berbagai karya seni bidang lainnya," ujar Mustafa Ismail.  

Margonda adalah nama seorang pejuang yang meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kali Bata pada 16 November 1945. Ia lahir di Bogor, dan masuk anggota BKR di Bogor. Setelah mengikuti pendidikan kemiliteran, ia bergabung dengan Batalion Kota Bogor dengan pangkat letnan muda. Dari Bogor, ia naik kereta api dan bergabung dengan pasukan Batalion I di Depok.

Dulu Depok adalah kota kecamatan dari Kabupaten Bogor. Sejak 20 April 1999, Depok ditetapkan menjadi kotamadya yang terpisah dari Kabupaten Bogor. Margonda kemudian disematkan menjadi nama jalan utama di Depok.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Bukan Indonesia yang Bebaskan Flotilla dari Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 | 01:30

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Asosiasi Dosen Tuntut Gaji Minimal Dua Kali Lipat UMP

Senin, 25 Mei 2026 | 12:20

Zulhas Jangan Limpahkan Salah Nama Desa ke Bawahan

Senin, 25 Mei 2026 | 12:19

Fraksi Gerindra Apresiasi Pemulangan 9 WNI, Sebut Bukti Efektivitas Diplomasi RI

Senin, 25 Mei 2026 | 12:04

Dolar Kabur, Mafia Makmur

Senin, 25 Mei 2026 | 12:00

Rencana Jokowi Keliling Indonesia Diduga Terkait Dinamika Politik 2029

Senin, 25 Mei 2026 | 11:55

Kiai Imam Jazuli Perkuat Inovasi Pesantren Lewat Workshop Nasional

Senin, 25 Mei 2026 | 11:52

Pengamat Soroti Dampak Zulhas Salah Informasi ke Presiden

Senin, 25 Mei 2026 | 11:44

GOR Tri Lomba Juang Bakal Direhabilitasi Standart World Athletics Certification System

Senin, 25 Mei 2026 | 11:41

Awal Pekan, Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp81 Ribu per Kg

Senin, 25 Mei 2026 | 11:39

LOFF 2026 Dorong Kota Semarang Jadi Pusat Ekosistem Sinema Dunia

Senin, 25 Mei 2026 | 11:31

Selengkapnya