Berita

Achmad Yurianto/Net

Kesehatan

Dua Kasus Positif Corona Dinyatakan Sembuh, Beberapa Membaik

SELASA, 10 MARET 2020 | 15:16 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sebuah kabar melegakan diumumkan oleh Jurubicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, pada Selasa (10/3), Yurianto mengungkapkan dua kasus positif corona di Indonesia dinyatakan telah pulih.

Kasus 06 yang merupakan kru kapal Diamond Princess yang saat ini dirawat di RSUP Persahabatan, dinyatakan telah pulih. Di mana, Yurianto mengatakan, pada hari kelima pemeriksaan, kasus 06 telah menunjukkan hasil negatif.


Kendati begitu, tim kesehatan masih melakukan pemeriksaan lanjutan selama dua hari. Jika hasilnya tetap negatif, maka kasus 06 sudah dapat keluar dari RS.

Kendati begitu, walaupun sudah keluar, kasus 06 tetap harus mengkarantina diri sendiri dengan tidak melakukan kontak dekat dengan siapa pun sementara.

"Artinya dia harus menggunakan masker dan berusaha pada posisi setidaknya dua meter, kalau kita bicara self isolated," ujar Yurianto.

Selain itu, jika kasus 06 merasa ada keluhan panas, batuk, atau sesak napas, maka harus kembali melapor pada petugas kesehatan.

Kasus lainnya yang telah pulih diungkapkan oleh Yurianto adalah kasus 14.

"Untuk kasus 14 ini kita lakukan tracing, karena sudah dua, tiga hari di rumah dalam keadaan sakit," kata Yurianto.

Pada hari ketiga perawatan, kasus 14 dinyatakan negatif terinfeksi.  

Selain dua kasus negatif, beberapa kasus lainnya juga sudah membaik. Seperti kasus 08 yang sebelumnya menggunakan selang ETT dan ventilator, saat ini sudah dilepas dan hanya menggunakan sungkup oksigen.

"Secara keseluruhan perkembangan semakin bagus. Kasus-kasus lain tidak ada laporan khusus," ujar Yurianto.

Sementara untuk kasus 01, Yurianto mengungkapkan, di hari ketujuh perawatan masih positif meski kondisi yang bersangkutan sudah membaik.

"Karena publikasi itu masih menghantui dia. (Dia memikirkan) ketika pulang dia diterima tetangga dan lingkungan seperti apa," lanjutnya.

Selain kondisi fisik, tim kesehatan juga menyertakan psikolog untuk memulihkan kondisi psikologis dari kasus 01.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya