Berita

Presiden Jokowi saat ke Labuhan Bajo Juli 2019 lalu/Net

Politik

Program Strategis Pariwisata Nasional Stagnan, 5 Direksi Badan Otorita Bentukan Kemenpar Dikabarkan Mundur

SELASA, 10 MARET 2020 | 12:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Pembentukan Badan Otorita untuk menopang program strategis pariwisata nasional yang dimulai tahun 2016 lalu dikabarkan tidak berjalan sesuai rencana.

Beberapa direksi dari badan otorita tersebut dikabarkan mengundurkan diri dengan alasan lembaga yang dilahirkan tidak sesuai dengan tujuan awal bahkan cenderung stagnan.

Kantor Berita Politik RMOL mendapatkan informasi dua direksi Badan Otorita Labuan Bajo sudah mengundurkan diri, sedangkan tiga orang Direksi Badan Otorita Danau Toba juga berencana akan mundur dan akan kembali ke Jakarta.


Merebak kabar mundurnya Direksi beberapa Badan Otorita (BO) itu dikarenakan lembaga itu dinilai tidak bisa bergerak lincah dalam merekrut sumberdaya manusia handal.

Selain isu remunerasi, juga mencuat kabar bahwa badan otorita yang dibentuk justru seperti "anak haramnya" Kementerian Pariwisata.

"Menyusul pengunduran diri 2 direksi BO Labuan Bajo, dikabarkan juga BO yang load paling tinggi, Danau Toba, 3 Direksinya sudah ada dan akan mengundurkan diri atau kembali ke base nya di Jakarta," demikian informasi yang diterima redaksi, Selasa (10/3).

Redaksi juga berusaha mengkonfirmasi ke beberapa direksi yang dikabarkan mundur, tetapi hingga berita ini diunggah masih belum berhasil.

Diketahui, sejak Joko Widodo menjadi Presiden pada 2014 lalu, dia mencanangkan pariwisata menjadi sektor prioritas. Bahkan Jokowi meminta kementerian dan lembaga negara turut serta mengikuti berbagai program pengembangan pariwisata nasional dan daerah.

Mantan Gubernur DKI Jakara itu tidak ingin pariwisata di Indonesia hanya bertumpu pada beberapa destinasi di Bali, Batam dan Jakarta yang menampung 90 persen wisatawan asing.

Pemerintah membentuk beberapa badan otorita diantaranya Badan Otorita Danau Toba, Badan Otorita Borobudur, Badan Otorita Labuan Bajo dan bada otorita lainnya. Tujuannya, menjalankan misi bisnis di lapangan dalam melakukan pengembangan pariwisata menjadikan destinasi wisata berkelas dunia.

Sesuai penjelasan Kemenko Maritim, Badan Otorita disamping Kemenpar, adalah unit percepatan yang mampu mengkoordinir lintas kementerian, termasuk dengan merekrut profesional profesional dibidangnya untuk mendampingi Kemenpar.

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya