Berita

Pasien terinfeksi virus corona/Net

Kesehatan

Kemenkes Akan Terus Tracking Kluster Jakarta, Khususnya Yang Berkaitan 4 Kasus Pertama

SENIN, 09 MARET 2020 | 10:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan perkembangan situasi terkini terkait kondisi para kasus positif corona untuk kluster Jakarta.

Perkembangan situasi terkini tersebut, Kemenkes laporkan melalui akun Twitter resminya, @KemenkesRI, yang diunggah pada Senin (9/3), beberapa saat lalu.

"Kondisi keempat orang positif Covid-19 semakin baik. Kasus 1 dan 2 udah tidak panas hanya tinggal menunggu hasil laboratoriumnya, jika sudah negatif maka dengan 2 kali pemeriksaan negatif yang bersangkutan sudah boleh pulang," cuit Kemenkes.


"Untuk kasus 3 dan 4 sudah tidak demam, masih batuk, pileknya mulai berkurang. Dengan perawatan yang bagus diharapkan segera sembuh dan bisa segera dipulangkan," lanjut cuitan tersebut.

Per Sabtu (7/3), totalnya ada 620 pasien yang sudah diperiksa dan dalam tahap pengawasan. Di antaranya 327 berasal dari 63 RS di 25 provinsi. Dari 327, ada 4 kasus dikonfirmasi positif, dan 23 lainnya masih suspect, lapor Kemenkes.

Kendati begitu, pemeriksaan yang digunakan sebagai acuan masih terdapat tanda-tanda klinis, sehingga pemeriksaan akan dilakukan berkali-kali hingga 7 kali sebelum benar-benar dinyatakan negatif.

Untuk hasil pemeriksaan laboratorium Minggu sore (8/3), Kemenkes menyatakan, ada tambahan 2 kasus positif, yaitu seorang laki-laki berusia 55 tahun yang disebut kasus 5 dan laki-laki 36 tahun yang disebut kasus 6.

Kemenkes menyatakan, pihaknya masih akan terus melakukan tracking, terutama sub kluster karena  4 kasus positif sebelumnya berkaitan. Ada pun salah satu suspect dari kluster Jakarta saat ini tengah dirawat di Bandung.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya