Berita

Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko bersama jajaran meninjau RS Lapangan yang didirikan Artha Graha Peduli/Istimewa

Kesehatan

Apresiasi Berdirinya RS Lapangan, Moeldoko: Lampunya Bisa Mematikan Virus

MINGGU, 08 MARET 2020 | 22:59 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Virus corona yang berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China telah merenggut banyak nyawa di belahan dunia. Atas dasar hal itu, kewaspadaan pun terus ditingkatkan pemerintah Indonesia.

Kini, pemerintah telah menunjuk sejumlah rumah sakit menjadi lokasi rujukan. Tidak hanya itu, sepuluh tenda Rumah Sakit Lapangan milik swasta, yakni Artha Graha Peduli (AGP) pun telah didirikan di kawasan SCBD Jakarta Selatan dan dibuka 24 jam sebagai salah satu langkah antisipasi penyebaran virus Covid-19.

"Tadi saya lihat ada ultraviolet di tenda yang bisa mematikan virus. Tenda ini sudah berstandar internasional," kata Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko didampingi pendiri Artha Graha Peduli (AGP), Tomy Winata dan staf KSP Ali Mochtar Ngabalin di Kawasan SCBD, Minggu (8/3).


Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono juga berharap pemerintah daerah dapat turut mempersiapkan RS Lapangan seperti yang dilakukan AGP ini.

"Rumah sakit tenda sebagai kepedulian sektor swasta terhadap corona. Sektor swasta lain bisa hadir mengantisipasi corona," ungkap Heru.

AGP sendiri telah mendirikan RS Lapangan pada Sabtu (7/3) dengan beragam fasilitas, di antaranya ventilator.

"Pendirian RS Lapangan ini sebagai langkah nyata AGP mendukung pemerintah menghadapi wabah Covid-19 dengan konsep rumah sakit lapangan berfasilitas lengkap," ujar Koordinator Tim Kesehatan Rumah Sakit Lapangan AGP, dr Aulia Wijays di SCBD.

Aulia menyatakan, pendirian tenda ini salah satu wujud public private partnership. Dia menyatakan, pihak swasta berupaya membantu pemerintah dalam memberikan penanganan dan edukasi soal penyebaran virus Covid-19.

"Dengan isolation chamber negative pressure bisa menampung empat pasien. Bila dipadatkan bisa enam pasien. Jadi ada 10 tenda dengan isolation chamber negative pressure itu. Fasilitas-fasilitas ini sudah berstandar internasional dan ini buatan Indonesia yang sudah ada SNI atau ISO," pungkas Aulia.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya