Berita

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin/RMOL

Kesehatan

Ali Mochtar Ngabalin: Pengumuman Pak Presiden Soal Corona Sama Sekali Tak Berkaitan Pinjaman IMF

MINGGU, 08 MARET 2020 | 15:42 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pengumuman adanya pasien positif virus corona baru yang disampaikan Presiden Joko Widodo tidak berkaitan dengan fasilitas pinjaman yang disediakan International Monetary Fund (IMF) untuk atasi Covid-19.

"Sama sekali tidak terkait (dengan IMF). Bapak Presiden menyampaikan bahwa negara hadir, pemerintah ada, demikian juga alokasi anggaran untuk pencegahan, pengobatan, dan pengawasan terkait virus corona yang sedang kami bicarakan hari ini," kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin kepada Kantor Berita Politik RMOL di Upnormal Coffee Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (8/3).

Menurutnya, pengumuman terkait kasus pertama positif corona karena pemerintah Indonesia tidak mungkin menyembunyikan kasus tersebut. Terlebih pengumuman tersebut dilakukan untuk mendapatkan uang pinjaman dari dunia internasional.


"Bagaimana mungkin tidak ada yang ditemukan (kasus Corona) kemudian kita harus ngaku bahwa ada orang Indonesia yang terpapar virus Corona. Kan tidak mungkin," ucap Ali Muchtar Ngabalin.

Berkenaan dengan kemunculan virus corona yang mencuat di Wuhan, China, pemerintah Indonesia sudah kerap kali mendeteksi WNI yang baru pulang dari luar negeri. Namun hasilnya selalu negatif. Hal itu sesuai dengan protokol WHO yang menyebut hanya orang bebas terinfeksi corona yang bisa keluar dari suatu negara yang terpapar corona.

"Di Indonesia juga seperti begitu, setelah masuk (Indonesia) dicek dan punya suhu badan (tinggi), demam atua tidak. Namun tidak ada satu pun yang ditemukan sampai dengan beberapa pekan itu," tandasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya