Berita

Ketua Komisi VII DPR RI, Yandri Susanto/RMOLBanten

Kesehatan

Imbas Virus Corona, Jemaah Haji Indonesia Terancam Gagal Berangkat?

MINGGU, 08 MARET 2020 | 04:05 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Merebaknya virus corona atau Covid-19 mengakibatkan perjalanan ibadah umrah dihentikan sementara oleh Pemerintah Arab Saudi.

Bahkan, imbasnya bukan hanya ibadah umrah saja. Pelaksanaan ibadah haji juga terancam batal jika wabah virus corona belum mereda.

Untuk itu, pemerintah diminta untuk terus berkomunikasi dengan Kerajaan Saudi Arabia untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun ini. Sehingga tidak merugikan para calon jemaah.


Demikian disampaikan Ketua Komisi VII DPR RI, Yandri Susanto, kepada awak media di Kantor DPW PAN Banten, Taktakan, Kota Serang, Sabtu (7/3).

"Saya berharap corona tidak terus-menerus menjadi ancaman serius di ibadah haji maupun umrah. Kalau itu tidak ada kepastian maka tahapan haji yang akan dimulai bulan April ini tentu sangat terganggu," katanya, dikutip Kantor Berita RMOLBanten.

Dikatakan Yandri, pemerintah Republik Indonesia harus segera memastikan dan berkomunikasi langsung dengan kerajaan Arab Saudi untuk kepastian ibadah haji tahun ini.

Karena, lanjut Yandri, kalau misalkan tertunda setahun, maka tahun depan akan terjadi penumpukan jamaah haji. Sekarang saja ada 231.000 jamaah haji.

"Karena haji mempunyai waktu dan bulan sudah ditentukan oleh Allah SWT yaitu wukuf di Arafah enggak bisa lagi digeser atau nggak bisa ditunda," ujarnya.

"Kalau misalkan di bulan Juni nanti akan ada tetap pembatalan atau larangan orang pergi ke tanah suci artinya haji batal tapi harapan kita ibadah haji tidak batal," sambungnya.

Caranya bagaimana supaya tidak batal, dijelaskan Yandri, dirinya sudah menyampaikan hal ini kepada Menteri Agama agar jemaah yang benar-benar sehat tetap berangkat.

"Kan nanti boleh difilter di sini, boleh juga difilter nanti di Saudi kalau sudah sehat ya tidak banyak berpotensi menularkan penyakit apapun termasuk corona, jadi jangan sama ratakan semua," tutupnya.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya