Berita

Sandiaga Uno/RMOL

Politik

Jokowi Janji Angka Kemiskinan 0 Persen, Sandiaga Uno: Walaupun Optimis Tapi Harus Realistis

SABTU, 07 MARET 2020 | 13:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Target Presiden Joko Widodo yang akan menghapus angka kemiskinan ekstrem hingga 0 persen pada 2024 merupakan keinginan optimis. Namun, optimisme tersebut mesti melihat realitas tingginya angka kemiskinan Indonesia saat ini.

Begitu kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno kepada wartawan seusai mengisi diskui Populi Center, di Bilangan Senyan, Jakarta, Sabtu (7/3).

"Ya baguslah menghapus kemiskinan, tapi ke 0 persen.. Walaupun kita optimis, harus juga realistis," kata Sandiaga Uno.


Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini mengungkapkan, berdasarkan data yang diperolehnya angka kemiskinan di Indonesia per 2019 masih 9,22 persen. Karena itu, keinginan Presiden Jokowi agaknya mesti realistis jika angka kemiskinan 0 persen.

"Kita ada dalam taraf keraknya kemiskinan, itu yang paling susah untuk diturunkan, dan harus dididik dengan kebijakan pendidikan, kesehatan, membangun kekuatan ekonomi keluarga," ujar Sandiaga Uno.

Atas dasar itu, Sandiaga Uno berharap pemerintah dan semua stakeholder terkait untuk duduk bersama merumuskan agar angka kemiskinan tetap turun dengan angka yang juga harus realiatis.

"Jadi, mungkin kita mesti duduk sama-sama melihat angka realistisnya berapa, tapi saya setuju kita harus turunkan secara signifikan angka kemiskinan ini," ujar Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno menambahkan, meskipun Indonesia sudah dinobatkan sebagai negara maju oleh Amerika Serikat. Namun, hal itu hanya labeling sepihak dari Amerika Serikat terhadap Indonesia.

"Kita negara maju itu hanya label yang diberikan oleh Amerika kepada kita. Padahal kita lihat dari segi angka kemiskinan angka stunting, berapa target-target sustainable development goals, kita belum nyampe ke sana," tandasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya