Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Imam Sayyid Ali Khamenei./Net

Politik

Khamenei: Agar India Tidak Dikucilkan Dari Dunia Islam, Tindak Tegas Kelompok Ekstrimis Hindu

SABTU, 07 MARET 2020 | 05:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kerusuhan yang terjadi di India beberapa waktu lalu menjadi sorotan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Imam Sayyid Ali Khamenei.

Ia mendesak pemerintah India untuk mengambil tindakan terhadap kerusuhan tersebut. Melalui akun Twitternya ia meminta pemerintah India harus melawan kelompok ektrimis Hindu demi hentikan kerusuhan.

"Hati umat Muslim di seluruh dunia berduka akibat pembantaian umat Muslim di India. Pemerintah India harus melawan kelompok ekstremis Hindu dan para pendukungnya dan menghentikan pembantaian terhadap umat Muslim supaya India tidak dikucilkan dari dunia Islam," cuit Khamenei pada Jumat (6/3) lewat akun @Khamenei_ir


Tidak hanya Khamenei, Menteri Luar Negeri Iran, Muhammad Javad Zarif,  pun menyoroti kerusuhan tersebut.

"Iran mengecam gelombang kekerasan yang terorganisir di India. Selama berabad-abad, Iran adalah sahabat India. Kami mendesak pemerintah India untuk memastikan kesejahteraan seluruh warga India dan tidak membiarkan aksi preman. Langkah untuk maju adalah dengan cara dialog perdamaian dan penegakan hukum," cuit Zarif, lewat akun resminya @JZarif, Jumat (6/3).

Sebagaimana telah dituliskan oleh Kantor Berita Politik RMOL pada 2 Maret lalu, bahwa kerusuhan yang terjadi di India adalah kerusuhan mengerikan dalam 70 tahun terakhir.

Ketua Komite Perlindungan Sipil India, Dr Faheem Baig, yang memimpin pawai damai pasca kerusuhan, mengatakan bahwa kerusuhan yang telah terjadi di New Delhi telah menyebabkan kerugian besar.

"Kekerasan yang terjadi di timur laut Delhi pekan lalu telah menyebabkan kerugian bagi kedua komunitas. Dalam 70 tahun terakhir, Delhi belum pernah melihat pemandangan seperti itu terutama di Yamunapar," katanya.

Ia juga menyebut kerusuhan tersebut adalah sebuah konspirasi. Di mulai dari pidato yang memprovokasi hasutan untuk memecah-belah umat Islam dan Hindu.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya