Berita

Jiwasraya/Net

Politik

Kasus Jiwasraya Ibarat Virus Yang Menjangkit Asuransi Lainnya

SABTU, 07 MARET 2020 | 05:36 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus dugaan megakorupsi PT. Asuransi Jiwasraya dianalogikan seperti virus yang dapat menjangkiti asuransi-asuransi lainnya yang ada di Indonesia.

Pasalnya, usai membongkar skandal Jiwasraya, muncul kasus asuransi lainnya, seperti Asabri, Taspen dan lain sebagainya.

Pernyataan tersebut terlontar dari ekonom senior Institute Development Economics and Finance (Indef), Faisal Basri di gedung ITS Tower, Pasar Minggu, Jumat (6/3).


“Nah ini juga harus diperhatikan dampak penyebarannya harus diperhatikan. Ini sekarang Jiwasraya lalu ke asuransi jiwa lainnya ujungnya ke asuransi secara umum,” ujar Faisal.

Selain itu, virus Jiwasraya ini juga akan menjangkiti atau beredwk pada sektor investasi dan bursa saham. Oleh karena itu, pemerintah harus dapat melokalisir kasus-kasus asuransi sama seperti melokalisir virus corona.

“Asuransi ini keluarkan produk investasi yang jual reksadana efeknya ke bursa saham. Bursa saham ngefek lagi ke bursa saham secara keseluruhan, yang mesti dilakukan itu, seprtti melokalisir virus corona nggak kesebar,” paparnya.

Pihaknya mengaku prihatin dengan adanya wacana mengenai perusahaan asuransi yang bakal dimerger atau dileburkan menjadi satu perusahaan.

“Ini kalau asuransi logikanya gak bagus. Yang digabung harus baik ama baik, kalau satu kena corona semua kena kan. Maka jangan dibebankan virus yang di Jiwasraya malah diambil alih BUMN asuransi yang bagus yang sehat,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya