Berita

Ekonom Senior Indef, Faisal Basri/RMOL

Politik

Bukan Bailout, Jiwasraya Lebih Baik Dimatikan

JUMAT, 06 MARET 2020 | 20:31 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemberian dana talangan atau bailout Jiwasraya bukanlah cara yang tepat dalam mengatasi kasus gagal bayar polis nasabah hingga berujung dugaan kasus korupsi di dalam asuransi plat merah ini.

Alih-alih mem-bailout, ekonom senior Institute Development Economics and Financial (Indef), Faisal Basri justru menilai lebih tepat Asuransi Jiwasraya dimatikan.

“Menurut saya lebih baik dimatikan, mau diapakan lagi? Matikan, dijual asetnya, kemudian sisa asetnya dialihkan ke semacam PPA supaya enggak menyebar ke mana-mana. Disehatkan dulu, kalau waktunya tepat dijual kembali, keuntungannya ada, kerugiannya jadi yang paling minimum,” ujar Faisal di ITS Tower, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (6/3).


Mengenai nasib karyawan, Faisal berpandangan kepentingan nasabah lebih diutamakan. Aset-aset besar yang dimiliki Jiwasraya perlu segera dijual untuk memberikan kerugian nasabah.

Atas dasar itu, bailot untuk menyelesaikan persoalan Jiwasraya bukanlah solusi yang tepat.

“Kerugiannya total kan ada. Bukan semua negara dulu (yang bayar). Itu namanya bail in, jadi pemegang saham dulu. Masak bailout pemegang saham diam, regulator diam, diamnya itu rakyat yang bayar. Itu menurut saya dzalim yang sepeti itu,” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya