Berita

Pasien berjajar penuhi rumah sakit/Net

Kesehatan

Kemenkes Sebut Virus Corona Bukan Penyebab Satu-satunya Kematian Tinggi Di China, Ada Komplikasi Lain Sebelum Divonis Positif

JUMAT, 06 MARET 2020 | 10:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

China mencatat angka kematian tertinggi sejak ditemukannya wabah virus corona pertama kali di Kota Wuhan pada awal Desember 2019, yang ketika itu namanya masih disebut pneumonia.

Hingga Jumat (6/3), korban meinggal di China mencapai 3.042 orang dengan sejumlah 80.409 kasus.

Angka kematian yang sangat tinggi dalam kurun waktu yang sangat dekat, menimbulkan kepanikan dalam masyarakat. Tidak hanya di Wuhan, tetapi juga di kota-kota lain sekitarnya, dan juga di negara-negara yang kini telah terpapar penyebarannya.


Namun, bicara mengenai penyebab kematian, infeksi virus corona di Wuhan dikatakan bukan sebagai penyebab satu-satunya. Fakta menjelaskan bahwa pasien pneumonia misterius ini yang sekarang sudah ditetapkan namanya menjadi virus corona atau covid-19, kebanyakan sudah memiliki penyakit serius sebelumnya.

Menilik data sebelumnya, korban pertama virus corona di Wuhan adalah pria berusia 61 tahun. Sebelum divonis terinfeksi virus corona, ia telah memiliki masalah kesehatan liver kronis, dan tumor perut. Kondisi tersebut yang membuatnya lemah disamping usianya yang rentan, sehingga memperburuk penyakit tersebut dan akhirnya meninggal dunia.

Otoritas kesehatan China juga menemukan riwayat penyakit beberapa pasien yang sebelum terinfeksi virus corona telah memiliki penyakit hipertensi, diabetes melitus, gagal ginjal, atau infeksi sebelumnya seperti hepatitis.

Risiko paling tinggi dialami oleh lansia yang berusia di atas 80 tahun dengan angka kematian yang mencapai 21,9 persen dibandingkan pasien corona dari kategori usia lainnya.

Kelompok lansia selanjutnya yang rentan meninggal akibat corona yakni kelompok umur 70-79 tahun dan 60-69 tahun dengan angka kematian masing-masing 8 persen dan 3,6 persen dari seluruh kasus corona.

"Seseorang yang berusia 80-an memiliki risiko yang cukup tinggi untuk tidak meninggalkan rumah sakit jika dirawat karena Covid-19," kata Michael Mina, Asisten Profesor Ilmu Penyakit Menular dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Harvard T. H. Chan di Amerika Serikat, mengutip WebMD.com.

Sementara Direktur Bagian Penyakit Infeksi dari University Alabama, Jeanne Marrazzo, penyakit infeksi virus corona dan pneumonia memiliki efek yang lebih buruk pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Juru Bicara Penanganan Corona, Achmad Yurianto, menyebut virus Corona bukan penyebab tunggal kematian di China. Yuri mengatakan rata-rata kasus kematian yang tercatat adalah pasien memiliki penyakit lain, seperti jantung kronis, diabetes, ginjal, dan beberapa penyakit paru kronis.

"Dari kelompok yang sembuh usia 35 - 40 tahun, sementara yang meninggal adalah pasien dengan rentang usia 65-75 dan 10 persen memiliki penyakit kronis yang diderita sebelum terkena corona, sebelum kena corona, jantung kronis gagal ginjal daya tubuhnya lemah," ujarnya saat rapat di Kantor Staf Presiden, Kamis (5/3).

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya