Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Bisnis

Gara-gara Serapan Anggaran Rendah Sri Mulyani Beri Hukuman Ke Kemendag: Tidak Boleh Minta Tambahan Lagi

JUMAT, 06 MARET 2020 | 08:02 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Perdagangan mendapat sorotan tajam dari Menteri Keuangan Sri Mulyani. Diketahui serapan anggaran di sana terbilang rendah. Padahal, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewanti-wanti agar semua kementerian dan lembaga melakukan serapan anggaran dengan baik agar tercapai pembangunan dan kesejahteraan untuk masyarakat.

Alokasi anggaran Kemendag pada APBN 2020 sebesar Rp3,57 triliun. Alokasi anggaran ini meningkat dibanding tahun lalu sebesar Rp3,29 triliun. Hanya saja realisasi anggaran Kemendag hanya sekitar 87 persen saja. Ini yang membuat Menteri Keuangan gusar.
 
Sri Mulyani pun meminta pihak Kemendag lebih meningkatkan kinerjanya dan memaksimalkan serapan anggaran.


"Coba lihat serapannya, jangan pernah minta tambahan anggaran. Coba track record bapak dan ibu sekalian lima tahun. Padahal APBN kami juga dalam situasi berat," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan di Jakarta, Kamis (5/3).

Menurut Sri Mulyani, kinerja Kemendag harus berdampak pada sektor riil. Dia pun tidak ingin penambahan anggaran hanya untuk membuat seminar yang justru menambah regulasi. Dalam mengelola kinerja Kementerian/Lembaga, menurutnya, hal yang penting bukanlah besaran anggaran.

Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) juga harus menjadi perhatian semua Kementerian atau Lembaga.

"Ini bisa kita lihat, semakin bagus serapan anggaran maka kinerja dari Kementerian/Lembaga jadi semakin baik. Jadi kalau sampai Pak Menteri datang, minta anggaran, bapak coba dilihat dulu. Anggarannya tak kasih 100, cuma 87 yang dibelanjakan. Jadi, jangan asal minta tambahan. Tapi kalau saya kasih 120 malah melorot itu ke 70 nanti IKPA-nya makin turun," ujarnya.

Gara-gara itu pula, Sri Mulyani Indrawati mengingatkan Menteri Perdgangan, Agus Suparmanto, agar tidak meminta tambahan anggaran pada tahun ini.

Sri Mulyani lagi-lagi menekankan, intinya bukan hanya sekadar anggaran tetapi bagaimana menjadi institusi yang bisa membuat sektor riil dapat diandalkan dan hemat biaya.

"Jadi poinnya, di Kemendag bukan hanya sekadar anggaran tapi membuat kita menjadi institusi yang membuat sektor riil perdagangan menjadi efisien, terukur, dapat diandalkan, dan hemat biaya," tegas Sri Mulyani.

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya