Berita

Virus corona/Net

Kesehatan

Corona Bisa Menyebar Di Lingkungan Terkontaminasi, Waspada Dengan Tempat-tempat Ini

KAMIS, 05 MARET 2020 | 12:09 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Penelitian baru dari Singapura mengungkapkan pasien penderita corona (Covid-19) bisa mengkontaminasi kamar tidur dan kamar mandi mereka.

Penelitian yang terbit dalam Journal of American Medical Association (JAMA) pada Rabu (4/3) ini muncul setalah adanya kasus di China di mana virus bisa menyebar secara luas di rumah sakit hingga menginfeksi puluhan pekerja dan pasien lainnya.

Penelitian ini dilakukan di Pusat Nasional untuk Penyakit Menular Singapura dan Laboratorium nasional DSO dengan mengamati kasus tiga pasien yang berada di ruang isolasi antara akhir Januari dan awal Februari.


Para peneliti tersebut mengumpulkan sampel dari kamar pasien selama lima hari dalam periode dua pekan.

Satu kamar pasien di ambil sampelnya sebelum pembersihan rutin, sementara dua kamar pasien lain diambil sampelnya setelah dilakukan penyemprotan disinfektan.

Menurut penelitian, pasien yang kamarnya belum dibersihkan memiliki gejala paling ringan, yakni hanya batuk. Sedangkan dua pasien lain memiliki gejala sedang, seperti batuk dan demam, satunya mengalami sesak napas dan lainnya batuk lendir paru-paru.

Meski gejalanya lebih ringan, pasien yang kamarnya belum bersihkan ternyata mengkontaminasi 13 dari 15 situs pengujian kamar. Termasuk kursi, besi tempat tidur, jenderal kaca, lantai, hingga saklar lampu.

Tiga dari lima situs pengujian di toilet juga ikut terkontaminasi, seperti wastafel, gagang pintu, hingga bidet toilet.

Walaupun sampel udara diuji negatif, namun apusan yang diambil dari saluran keluar udara positif. Artinya, ini menunjukkan virus dapat dibawa oleh aliran udara dan disimpan di ventilasi.

"Kontaminasi lingkungan yang signifikan oleh pasien dengan SARS-CoV-2 melalui tetesan pernapasan dan pengeluaran feses menunjukkan lingkungan sebagai media penularan yang potensial dan mendukung perlunya kepatuhan yang ketat terhadap kebersihan lingkungan dan tangan," catat para penulis seperti dimuat Channel News Asia.

Di sisi lain, virus corona juga dapat terbunuh dengan membersihkan permukaan tempat-tempat terkontaminasi dua kali sehari dengan disinfektan yang biasa digunakan.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya