Berita

Ilustrasi virus Corona/Net

Politik

Hadapi Wabah Corona, Pemuda Muhammadiyah Minta Pemerintah Cegah Munculnya Kepanikan Baru

KAMIS, 05 MARET 2020 | 05:31 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Merespons wabah virus Corona Pemuda Muhammadiyah meminta pemerintahan Joko Widodo berusaha meredam kepanikan yang terjadi di masyarakat.

Sejauh ini Kemenekes telah memeriksa 446 warga suscpet Corona, 2 orang dinyatakan posisitif dan 10 orang masih dalam proses pemeriksaan ulang.
Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Sunanto menuturkan untuk mengatasi kepanikan tidak cukup hanya pernyataan presiden.

Ia menyebut pemerintah harus berpikir bagaimana menyikapi dan menyosialisasikan bagaimana mengatasi penyebaran virus bernama Coid-19 itu. .

Ia menyebut pemerintah harus berpikir bagaimana menyikapi dan menyosialisasikan bagaimana mengatasi penyebaran virus bernama Coid-19 itu. .
"Medianya sudah semakin gencar, bukan hanya pernyataan presiden saja, ada 1 kota mengungkap data pribadi pasien. Jangan berlebihan mengumbar data pasien, yang paling penting bagaimana menyikapi dan menyosialisasikan seperti apa penangkalannya, sifatnya membudayakan ke masyarakat melawan virus Corona," demikian kata Cak Nanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (5/3).

Cak Nanto juga mengusulkan agar penegak hukum harus menindak tegas para penimbun masker.

Kata Pria asal Madura itu, tindakan tegas perlu dilakukan untuk memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa tidak ada permainan dari spekulan yang mengakibatkan harga masker melonjak dan ketersediaanya langka.
"Pemerintah harus memberi jaminan supaya tidak ada lonjakan harga, tidak ada spekulan, kalau perlu dilakukan tindakan tegas. Pemerintah harus menjaring agar tidak menimbulkan kepanikan baru," demikian kata Mantan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) itu.

Selain itu, Cak nanto meminta pemerintah mencari solusi untuk menemukan vaksin virus corona. Pelibatan rumah sakit, dokter dan para ahli sangatlah penting dilakukan untuk segera menemukan vaksin atas virus mematikan asal Kota Wuhan China itu.

"Harus segera cari solusi menemukan obatnya jawaban untuk penangkalan, fasilitas rumah sakit harus memberi jaminan untuk seluruh warga bahwa penanganan warga suspect corona berjalan maksimal," pungkas Cak Nanto.


Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya