Berita

Ilustrasi/Net

Hukum

Diduga Diperlakukan Sebagai Budak, Pasutri Pembantu Minta Tolong Dibebaskan

RABU, 04 MARET 2020 | 05:02 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Sepasang suami istri mengeluhkan sikap sang majikan, lantaran mengalami perbudakan hingga pemukulan hingga babak belur.

Peristiwa tersebut berawal dari korban Achmad Yanuardi bersama sang istri melamar kerja ke tempat terduga pelaku berinisial LW. Dimana Achmad menjadi sopir sedangkan sang istri menjadi pembantu.

Saat informasi lowongan kerja yang diketahui dari internet gaji yang ditawarkan adalah Rp 6 sampai Rp 7 juta per bulan. Namun dalam berproses Ahmad hanya mendapat Rp 750 ribu dan istrinya 350 ribu per bulan.


Achmad dan istri sudah berusaha untuk keluar karena tidak tahan terus diperbudak dan takut tewas di tangan majikan yang otoriter. Namun terbentur kontrak kerja yang sudah ditanda tangani. Yakni siap bekerja sebagai sopir dan mematuhi segala peraturuan di rumah majikannya di kawasan Bintaro.

Selain itu dalam kontrak kerja disepakati tidak bakal berhenti kerja sebelum dua tahun, terhitung mulai 31 Januari 2020 sampai dengan 31 Januari 2022.

"Baru jalan dua bulan ini. Kalau ada kesalahan kakak saya itu babak belur dipukul," kata Dewi Indah Lestari, kakak korban kepada wartawan, Selasa (3/3).

Dewi mengaku mengetahui peristiwa yang dialami oleh sang kakak lewat pesan singkat Watshap. Bahkan sempat dilihat langsung kondisi Achmad seperti sedang mengalami kesakitan lantaran berjalan saja pun harus ditopang oleh istrinya.

"Suami saya yang ke sana (tempat kejadian perkara), pas di sana kakak saya juga mau jalan saja harus dituntun istrinya," lanjut Dewi.

Pada kesempatan ini, Dewi meminta bantuan ke tim kuasa hukum guna mendampingi mereka agar dapat mengeluarkan sang kakak dari perbudakan dan penyiksaan yang dilakukan oleh terduga  LW.

"Saya mau minta bantuan keadilan untuk keluarga saya biar kaka saya bisa keluar dari rumah itu," tandasnya.

Sementara itu, Supendi Hasyim  pengacara yang mendampingi Dewi di kantor mengatakan bahwa hal yang dialami oleh Achmad dan sang istri merupakan tindakan perbudakan.

Sesuai informasi yang didapat, Achmad menduga  ada sekitar 30 orang karyawan yang bekerja di rumah LW kerap mendapat perlakuan yang sama apabila melakukan kesalahan.

Untuk itu, saat ini pihaknya sedang menyiapkan langkah-langkah khusus untuk proses selanjutnya.

"Kami dengan tim kuasa hukum siap membantu, katanya ada 30 karyawan di rumah itu. Kami akan bantu sesuai profesi kami sebagai advokad. Mudah-mudahan kalau terbuka tidak terulang kembali seperti ini," pungkasnya.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya