Berita

Achmad Yurianto/RMOL

Kesehatan

Masih Simpang Siur, Kemenkes Akan Pastikan Kembali Sampel Negatif Corona Di Cianjur

SELASA, 03 MARET 2020 | 19:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Sesditjen P2P) Kementerian Kesehatan, Achmad Yurianto mengungkapkan dua pernyataan yang berbeda soal meninggalnya Pria warga Bekasi di Cianjur yang diduga akibat Virus Corona Baru atau Covid-19.

Dua pernyataan yang disampaikan jurubicara Indonesia untuk Covid-19 itu disampaikan hanya beberapa jam saat disampaikan kepada wartawan.

Awalnya, Achmad Yurianto menyampaikan kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat bahwa warga Bekasi yang meninggal di Rumah Sakit Dr. Hafidz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat bukan diakibatkan virus corona berdasarkan hasil spesimen yang diuji di laboratorium.


"Yang di Cianjur itu termasuk dari 155 yang negatif itu ya, jadi meninggalnya bukan karena Covid-19. Iya ini bagian dari 155 yang bukan Covid-19," ucap Achmad Yurianto kepada wartawan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Namun, Yurianto mengaku akan menanyakan kepada pihak RSDH penyebab kematian pria asal Bekasi tersebut.

"Akan kami tanyakan," katanya.

Pernyataan Achmad Yurianto pun berbeda saat menggelar konferensi pers di Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta Selatan pada sore harinya.

Di mana, Yurianto menyebut bahwa RSDH telah mengirimkan sampel atau spesimen dari pasien yang diduga suspect corona.

Hasil dari uji itu kaya Yurianto menunjukkan bahwa spesimen tersebut negatif virus corona.

"Ini sudah diambil sampelnya, sudah dikirim, sudah diperiksa, sudah ada hasilnya, hasilnya dikirim lagi ke Cianjur," ucap Achmad Yurianto kepada wartawan di Gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (3/3).

Namun demikian, Yurianto mengaku akan kembali memastikan hasil sampel yang negatif corona tersebut merupakan spesimen dari pasien mana.

"Saya akan konfirmasi apakah ini dari pasien itu, apakah Cianjur ngirim lebih dari 1 pasien atau dua pasien atau 3 pasien?. Ini yang kita lakukan, kalau konfirmasinya pasti negatif, hasilnya sudah jelas negatif," terangnya.

Yurianto pun mengaku juga akan melakukan konfirmasi apakah hasil sampel negatif virus corona merupakan sampel milik warga Bekasi yang meninggal dunia atau milik pasien lainnya.

"Ini lah yang akan saya konfirmasi, spesimen hasilnya negatif. Yang meninggal saya akan konfirmasi, jadi anda nggak usah bingung. Dan saya akan konfirmasi setelah ini, setelah ini akan saya sampaikan apakah betul kasus negatif itu punyanya si yang meninggal itu," terangnya.

Karena, kata Yurianto, pihaknya tidak melakukan identifikasi terhadap pasien. Melainkan spesimen atau sampel dari pasien yang dikirim dari pihak rumah sakit.

"Yang di Cianjur kami tidak mengidentifikasi orangnya tapi spesimen yang dikirim dari Cianjur dan sudah diperiksa dan hasilnya negatif. Tentunya ini PR buat saya untuk menanyakan lagi spesimen ini apakah atas nama orang yang ini," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya