Berita

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani/RMOLJabar

Kesehatan

Dinkes Kota Bandung Tegaskan Masker Hanya Untuk Orang Sakit

SELASA, 03 MARET 2020 | 15:37 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Ramainya pemberitaan terkait virus corona (Covid-19) membuat sebagian masyarakat berbondong-bondong membeli masker. Akan tetapi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung menilai, penggunaan masker untuk menangkal corona hanya berlaku bagi orang yang sakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr Rosye Arosdiani mengungkapkan, masker diperuntukan bagi orang yang sakit saluran pernafasan atas apa pun penyebabnya. Pun untuk petugas kesehatan karena takut tertular, termasuk seseorang yang merawat mereka yang sakit pernapasan.

“Sebetulnya masker itu mencegah partikel dari dalam keluar. Contoh, saat kita batuk atau bersin, itu partikel dari dalam paru-paru kan kumannya ada di dalam, mencuat keluar. Nah, itu ditutup dengan masker. Kalau yang sehat, partikel apa yang keluar kan tidak ada sebetulnya,” tutur Rosye Arosdiani di Balaikota Bandung, Selasa (3/3).


Ia kembali menegaskan, masyarakat umum yang sehat tidak dianjurkan menggunakan maupun memborong masker.

“Kalau yang sehat untuk apa? Yang sakit lebih penting. Masker itu untuk yang pernapasan. Ini untuk kondisi saat ini. Namun kalau kondisinya di China, mungkin yang sakit harus menggunakan masker,” tegasnya, dikutip Kantor Berita RMOLJabar.

Untuk mencegah sebaran virus corona, Rosye Arosdiani mengingatkan, orang sehat tidak melakukan kontak dengan orang yang sakit. Selain itu, harus sering cuci tangan pakai sabun dengan durasi 30-60 detik. Kemudian batuk dengan beretika, yaitu saat batuk tutup mulut dan hidung.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya