Berita

Saresehan Persaluny/Net

Kesehatan

Stunting Pekerjaan Besar, Pemerintah Tidak Bisa Jalan Sendiri

SELASA, 03 MARET 2020 | 13:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Persatuan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI (Persaluny) mengadakan sarasehan, mencari solusi penanggulangan stunting di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada akhir pekan lalu.

Persaluny mengadakan arasehan penanggulangan stunting bersama seluruh stakeholder utamanya alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI di berbagai sektor. Diantaranya, Kementerian Kesehatan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional, Ikatan Dokter Indonesia, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Universitas YARSI, Rumah Sakit YARSI, dan Pertamedika IHC.

Persaluny merupakan organisasi alumni yang didirikan pada tahun 1991, beranggotakan lebih kurang 7.000 orang dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas YARSI yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini Persaluny dipimpin oleh Efmansyah Iken Lubis, alumni tahun 1987.


Efmansyah Iken Lubis mengatakan dari sarasehan ini diharapkan dapat mendorong peran aktif alumni dan menghasilkan rekomendasi untuk para stakeholder yang dapat digunakan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia.

"Yaitu standarisasi pencegahan dan penanganan kasus stunting oleh dokter, misalnya pemantauan ibu hamil dan bayi lahir, menghasilkan data stunting yang akurat, dan alokasi dana untuk pencegahan stunting," kata dia dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2019, angka stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen, sementara target WHO, angka stunting tidak boleh lebih dari 20 persen. Angka yang tergolong tinggi ini merupakan suatu ancaman terhadap ketahanan bangsa di masa mendatang.

"Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan masalah stunting. Stunting adalah pekerjaan besar multisektoral baik pemerintah, swasta, pegiat rumah sakit, akademisi dan tokoh agama," demikian Efmansyah Iken Lubis.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya