Berita

Cara Pakai Masker, Pegang Talinya/Net

Kesehatan

Jangan Pegang Bahan Tengah Masker, Ini Anjuran WHO Cara Pakai Yang Aman Dan Benar

SELASA, 03 MARET 2020 | 10:17 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ketersediaan masker mulai menipis sejak awal Januari lalu. Kini dengan diumumkannya kasus pertama virus corona di Jakarta dan Depok, stok masker kian menghilang dari beberapa toko.

Masker menjadi benda paling dicari saat ini. Semua panik, sampai rela mengeluarkan dana yang lebih banyak dari biasanya. Kejadian ini bukan hanya di Indonesia, melainkan juga dialami oleh beberapa negara lain yang terdampak virus corona.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, sebaiknya masker digunakan oleh orang yang sakit dan oleh orang yang merawat orang yang diduga terinfeksi virus Corona. Sementara bagi yang sehat cukup dengan menjaga kesehatan dan rajin mencuci tangan.


"Jika Anda sehat, Anda hanya perlu memakai masker jika Anda merawat orang yang diduga terinfeksi. Kenakan masker jika Anda batuk atau bersin," demikian pernyataan WHO dalam laman resminya, pada Selasa (3/3).

Namun, penggunaan masker saja tidak cukup. Penderita atau orang yang merawat penderita pun harus sering-sering mencuci tangan dengan benar. WHO menyebutkan, masker hanya efektif bila digunakan bersama dengan pembersih tangan yang sering dilakukan dengan cairan pembersih berbasis alkohol atau sabun dan air.

Cara menggunakan masker pun harus diperhatikan.

Sebelum mengenakan masker, bersihkan tangan dengan cairan pembersih berbasis alkohol atau sabun dan air. Lalu tutui ulut dan hidung dengan masker dan pastikan tidak ada celah antara wajah dan masker, harus rapat.

Jangan menyentuh masker ketika menggunakannya. Sentuhlah bagian tali atau pengikatnya.

"Ganti masker dengan yang baru segera setelah lembab dan jangan gunakan kembali masker sekali pakai. Untuk melepas masker, lepaskan dari belakang (jangan menyentuh bagian depan topeng), segera buang di tempat sampah tertutup, bersihkan tangan dengan sabun atau cairan perbersih berbasis alkohol," tulis WHO.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya