Berita

Ilustrasi corona/Net

Publika

Indonesia: Be Calm & Confident

SENIN, 02 MARET 2020 | 21:41 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

AKHIRNYA Covid-19 masuk Jakarta. Warga Negara Jepang dansa dengan perempuan Depok. Kena. Ibunda si perempuan tertular.

Tanggal 28 Februari, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad mendesak Mendagri bentuk "desk corona". Lakukan kordinasi dengan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia.

Tanggal 01 Maret, media sosial ribut. Fahira Idris diserang sebagai penyebar hoax corona. Gubernur Anies Baswedan merilis "Ingub Corona". Menurutnya ada 115 orang dalam pemantauan suspect corona. Menkes Terawan membantah.


Tanggal 02, Presiden Jokowi dan Menkes Terawan resmi menyatakan dua orang terinfeksi Covid-19.

Sekitar pukul 10 pagi, sebelum pengumuman presiden, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad langsung bereaksi. Dia minta pemerintah membuat crisis center (pusat krisis) soal penanganan virus Corona di Indonesia.

Warga Tanah Pasir, Wignyo Prasetyo kirim pesan WA. Dia bilang, tetangga pada ribut. Kata mereka, "Nah kalau presiden yang ngomong kita baru percaya dah".

Publik sontak histeris. Panik. Mereka serbu pusat-pusat sembako. Nyetok pangan. Gile. Beras berkarung. Berdus-dus mie instan. Minyak goreng. Biskuit. Harga masker & hand sanitizer meroket.

Kepanikan dunia nyata diiringin dengan silang caci maki. Aniser bergairah menghujat Menkes dan Presiden. Haters Anies tetap menyatakan Fahira-Anies sebar hoax. Jumlah angka suspect jadi alasannya.

Reaksi publik cukup normal. Reaksi serupa pecah di Singapura, Jerman, Amerika dan sebagainya.

Namun ketahuilah; Mereka bangsa underdogs. Tidak disiplin. Run-amock. Pengecut. Labil. Suka panikan.

Hentikan segala caci maki. Sok jago. Saling klaim. Tenang. Saatnya semua elemen rakyat bersatu menghadapi musuh bersama; Covid-19 outbreaks.

Kabar positive datang dari Israel. Mereka di ambang keberhasilan menciptakan antivirus. Tidak lama lagi beredar di pasar.

Dr Widya Murni mengatakan, "Jangan percaya sama Amerika. Ini politik. Jaga stamina. Covid-19 bisa ditahan dengan vitamin c dosis tinggi".

Dari 90 ribu penderita Covid-19, ada 3 ribu lebih yang tewas. Sisanya sembuh. Virus ini mengerikan. Tapi bukan berarti tidak bisa dikalahkan.

Orang-orang kaya mesti bantu. Jangan egois. Jangan panik & nyetok sembako. Itu akan memancing yang kalah cepat bertindak sendiri. Percaya kepada Pemerintah; Presiden, Menteri Pertahanan, Menkes, Ketua-ketua DPR, Panglima TNI, Kapolri, Gubernur, Walikota, Ulama dan orang tua. Patuhi instruksi mereka.

Pasti ada elemen yang sangat menginginkan Presiden Jokowi jatuh. Chaoz pintunya. Covid-19 sangat mungkin dijadikan trigger.

Negara harus hadir di situasi krisis. The head of family mesti mengambil peran. Tegakkan hukum. Operasikan TNI-Polri. Kendalikan harga. Beri ketenangan kepada rakyat. Padamkan benih api sebelum membesar menjadi kobaran. Use the iron fist.

Sekali lagi, panic is not the solution. Be calm. Tenang. Jika China saja mampu stabil dan kalem, masa kita kalah...??

Hidup & mati di tangan Tuhan. Don't be afraid. Sooner or later, we would die anyway. It's not a big deal. Ingat pesan Masashi Kishimoto; "All things that have form eventually decay."

Penulis adalah aktivis Komunitas Tionghoa Anti Korupsi (Komtak)

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya