Berita

Terawan Agus Putranto/RMOL

Kesehatan

Pasien Corona Kontak Langsung Dengan Banyak Perawat, Menkes: Bayangkan 70 Orang Rawat Satu Pasien

SENIN, 02 MARET 2020 | 19:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pasien terjangkit virus corona jenis Covid-19 pernah melakukan kontak langsung dengan 76 perawat rumah sakit Mitra Keluarga, Depok, untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan, sebelum dirujuk ke RSPI Sulianti Saroso.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun kaget mendengar kabar tersebut. Sebab, katanya, pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga mustahil melibatkan perawat sebanyak itu.

"Nah, untuk rumah sakit (Mitra Keluarga) bayangin kalau ada 70 orang rawat satu orang gimana rasanya, saya rasa ini enggak ada 70 orang," ujar Terawan Agus Putranto dalam jumpa pers di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3).


"Jadi artinya berita itu pasti enggak benar, paling yang periksa dokter satu dua orang, perawat paling dua tiga orang," sambungnya.

Adapun untuk memastikan hal tersebut, Jenderal TNI bintang tiga ini akan melakukan kunjungan ke RS Mitra Keluarga Depok.

Namun, dia menjelaskan bahwa penanganan medis terhadap orang-orang yang diduga terjangkit atau tersuspect virus corona, pastinya menggunakan kelengkapan yang safety infection.

"Kalau sudah ODP (orang dalam pengawasan) atau pasien dalam pengamatan, itu sudah otomatis mereka menggunakan perlengkapan-perlengkapan untuk mengindari adanya infection," terang Terawan Agus Putranto.

Lebih lanjut, ia memastikan bahwa para perawat di rumah sakit Mitra Keluarga akan dilakukan pemeriksaan oleh dinas kesehatan. Akan tetapi, Terawan Agus Putranto meminta agar masyarakat tidak takut secara berlebihan.

"Tracking akan tetap diminta informasi, kondisi saat ini bagaimana, para dokter maupun perawat itu ini sedang berlangung oleh dinas kesehatan, semua akan dijalankan prosedunya," sebut Terawan Agus Putranto.

"Menteri kesehatan yang akan membuat hal supaya tidak semua paranoid yang membuat keresahan. Kita harus logis saja," tegasnya menutup.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya