Berita

Menkeu Sri Mulyani/Net

Politik

Said Didu: Sri Mulyani Kenapa Mau Bailout Perampokan Jiwasraya, Tapi Nolak Subsidi BPJS?

SENIN, 02 MARET 2020 | 08:38 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Langkah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang membuka peluang untuk memberi dana talangan atau bailout pada PT. Asuransi Jiwasraya menuai sorotan.

Ini lantaran bailout diberikan untuk menutupi kerugian negara akibat perampokan yang secara nyata dilakukan di perusahaan BUMN tersebut.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu menjadi salah satu yang menanyakan langkah dari menteri berpredikat terbaik dunia tersebut.


Said Didu merasa heran dengan sikap itu lantaran dulu saat Jiwasraya terkena dampak krisis 1998, Sri Mulyani enggan memberikan dana dari APBN.

“Tapi saat dirampok (seperti) saat ini, ada ide mau berikan dana PMN dari APBN. Apakah aliran dana hasil rampokan mau ditutupi?” tanyanya di akun Twitter pribadi, Senin (2/3).

Pertanyaan Said Didu belum berakhir. Dia turut membandingkan kasus penggelontoran dana ini dengan BPJS Kesehatan yang mengalami defisit.

Dalam kasus ini, pemerintah memang telah memberi suntikan dana sebesar Rp 13,5 triliun. Namun demikian, Sri Mulyani sempat mengancam akan menarik insentif tersebut jika PP 75/2019 tentang Jaminan Kesehatan dibatalkan.

PP ini sendiri berisi tentang kenaikan iuran BPJS di semua kelas per tahun ini. Kenaikan iuran itu mencapai dua kali lipat.

“Mohon penjelasan Ibu sehingga mau bailout perampokan Jiwasraya, sementara Ibu menolak: 1. Tambahan subsidi buat BPJS sehingga bebani rakyat. 2. 2006-2007 Ibu menolak bantu Jiwasraya padahal risiko krisis 98, bukan perampokan. 3. Apa yang Ibu mau tutupi dari perampokan ini?” tutupnya.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya