Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net
DPR. Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mencurigai adanya permainan kartel ketika mendengar kondisi mengenai adanya pelarangan ekspor bijih nikel. Menurutnya, permainan kartel nikel tersebut didukung oleh kekuatan politik dari pemerintahan.
“Kok ini belum ada pengaduan ke DPR? Bisa segawat ini. Kalau saya mendengar masalah ini dari awal, pasti saya ambil alih. Tidak tertutup terjadi kemungkinan mal kekuasaan, kalau dilihat flow nya. Saya menduga di kasus nikel ini kok ada smelter sehebat itu menekan harga. Siapa di balik itu akan saya cek,†tegas Sugeng, dalam acara Forum Dialog HIPMI Policy Discussion, di Kantor Sekretariat HIPMI, Sahid Sudirman Center, Jakarta, Jumat (28/2
).
Dengan kondisi tersebut, maka pihaknya berencana akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) tata niaga nikel. Pansus ditujukan untuk menelisik dugaan peran mafia di balik tekanan harga jual bijih nikel domestik. Tekanan tersebut dinilai terjadi akibat kebijakan percepatan larangan ekspor, yang membuat pasar dalam negeri dibanjiri pasokan atau oversupply. Sehingga pemilik smelter dapat menekan harga serendah-rendahnya kepada penambang.
Populer
Rabu, 01 April 2026 | 18:05
Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08
Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59
Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43
Sabtu, 04 April 2026 | 02:17
Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07
Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51
UPDATE
Sabtu, 04 April 2026 | 15:58
Sabtu, 04 April 2026 | 15:37
Sabtu, 04 April 2026 | 14:49
Sabtu, 04 April 2026 | 14:31
Sabtu, 04 April 2026 | 14:00
Sabtu, 04 April 2026 | 13:47
Sabtu, 04 April 2026 | 13:24
Sabtu, 04 April 2026 | 13:22
Sabtu, 04 April 2026 | 13:01
Sabtu, 04 April 2026 | 12:51