Berita

Ilmuwan Biologi Universitas Indonesia (UI) Herawati Sudoyo/RMOL

Kesehatan

Ilmuwan: Belum Ada Penelitian Suhu Bisa Tentukan Hidup Mati Corona

MINGGU, 01 MARET 2020 | 19:39 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Informasi terkait virus corona (Covid-19) belakangan ini banyak diperbincangkan oleh warganet, khususnya terkait peranan suhu udara terhadap hidup matinya virus asal Wuhan, China ini.

Dalam media sosial WhatsApp, beredar pesan singkat yang mengatakan, "virus corona tidak akan menyebar di daerah tropik seperti Indonesia. Mengapa? Karena virus itu tidak bisa bertahan di temperatur di atas 23 derajat Celsius," begitu bunyi tulisan tersebut.

Namun, hal ini dibantah oleh Ilmuwan Biologi Universitas Indonesia (UI) Herawati Sudoyo. Katanya, belum ada penelitian yang menyatakan virus corona bisa mati di iklim tropis.


"Sampai sekarang belum ada penelitian mengenai peran suhu terhadap mati atau hidupnya virus corona," kata Hermawati Sudoyo usai mengisi acara diskusi Crosscheck di Upnormal Coffee Roasters Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).

Jika melihat suhu panas di Indonesia yang mencapai 30 derajat celcius, Hermawati Sudoyo tidak yakin virus corona bisa musnah.

"Kalau kita panasin dalam suhu 56 derajat, dia (virus korona) akan mati dalam waktu 30 menit, tapi kan lingkungan kita bukan 56 derajat," ujar Herawati.

Oleh karena itu, ia menyatakan bahwa kabar yang ramai di media sosial itu masih belum bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Jadi itu sangat spekulatif yang bilang bahwa temperatur akan mengurangi. Itu adalah teori yang memang kita anut bahwa dalam musim dingin respons imun tubuh menurun sehingga mudah sekali terjangkit," pungkasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya