Berita

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi (tengah)/RMOL

Politik

Corona Darurat Tinggi, Militer Harus Berada Di Garda Terdepan

MINGGU, 01 MARET 2020 | 14:47 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Status wabah virus corona (Covid-19) yang sudah ditingkatkan menjadi darurat tingkat tinggi sudah cukup menjadi alasan pemerintah Indonesia menghadapi secara serius, salah satunya dengan melibatkan militer.

Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Golkar, Bobby Adhityo Rizaldi mengatakan, tiga matra Tentara Nasional Indonesia (TNI) harus dilibatkan di proses pencegahan tingkat pertama, yakni menjaga 135 pintu masuk RI.

"Jadi misalkan terdeteksi suhu tubuhnya panas (lewat alat Thermal Detector), langsung dikarantina di otoritas bandara dan penegakan hukum di bandara, mesinnya (operator) tentara semua," ujar Bobby dalam diskusi bertajuk 'Korona, Kita Imun atau Melamun' di Upnormal Coffe Roasters Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/3).


Salah satu jenis virus gangguan pernapasan ini, dinyatakan Bobby Adhityo Rizaldi, sudah menjangkiti 45 negara di dunia. Termasuk Singapura dan negara adidaya Amerika Serikat.

Untuk itu, Indonesia juga mesti melakukan hal yang sama seperti dua negara tersebut, yakni mencegah penyebaran virus corona dengan melibatkan militer di garda terdepan dari teritori negaranya.

"Di Singapura untuk mendeteksi suhu tubuh saja sudah melibatkan army (tentara) angkatan darat di Amerika, pertama kali karantina itu bukan di rumah sakit sipil, karantina dari luar itu dari 15 military base, itu di San Diego, San Antonio itu ada 15," sebut Bobby Adhityo Rizaldi.

"Di Jerman juga military base, di Jepang, itu di kapal laut yang operatornya adalah militer," sambungnya.

Lebih lanjut, Komisi I DPR RI akan memastikan bahwa seluruh mekanise, peralatan dan infrastruktur militer Indonesia mampu melakukan hal yang sama, dalam hal mencegah virus corona.

"Ini perlu kita pastikan untuk di seluruh pintu masuk bandara, supaya memang paling tidak fasilitas deteksi dini, upaya karantina dan pemulihan itu sudah ada," pungkasnya.

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya