Berita

Sirajudin Abbas/Net

Politik

Akademisi: Jansen Sitindaon Benar, Mestinya Pemerintah Tutup Pintu Seperti Arab Saudi

MINGGU, 01 MARET 2020 | 10:13 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kritik kepada pemerintah terkait kebijakan penanggulangan defisit ekonomi masih terus terjadi. Pasalnya, pemerintah menyebutkan bahwa amblasnya ekonomi RI karena dampak dari virus corona (Covid-19) yang berasal dari Wuhan, China menyebar di dunia.

Pada pekan kemarin pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Kabinet Indonesia Maju mulai keteteran menghadapi penyebaran virus ini.

Beberapa kebijakan pun dikeluarkan dan mendapat tanggapan kritis oleh banyak kalangan. Misalnya saja seperti yang baru-baru ini digaungkan pemerintah, yakni menanggulangi minus pendapatan di sektor pariwisata dengan berbagai insentif.


Dari kalangan politisi ada Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon yang berkomentar. Ia menyoal kebijakan pemerintah yang membuka akses pariwisata di tengah penyebaran virus corona.

Sementara negara seperti Arab Saudi pun menutup arus keluar masuk manusia dari negara lain, meskipun dengan tujuan ibadah umrah.

Baca: Ketua Demokrat: Negara Lain Fokus Tutup Perbatasan, Kok Kita Malah Sibuk Ngundang Orang?

Tak hanya dari kalangan politisi yang mengkritik pemerintah soal ini. Tapi, dari kalangan akademisi bidang negara, kesejahteraan dan sosial dari University of California, Berkeley, Sirojudin Abbas.

Ia mengaku sependapat dengan Jansen Sintindaon. Sebab menurutnya, membuka akses keluar masuknya manusia dari negara lain, utamanya di tengah kondisi wabah virus corona, justru memberikan efek domino yang lebih besar lagi terhadap perekonomian domestik.

"Dasar kritik Jensen adalah, semestinya Indonesia juga membuat kebijakan tutup pintu seperti sebagian negara lain," ungkap Sirojudin Abbas saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (1/3).

Tetapi secara kebijakan, Sirojudin Abbas melihat Indonesia punya sudut pandang tersendiri untuk mengelola perekonomian dalam negeri ditengah mewabahnya virus corona.

"Tampaknya, insentif khusus untuk sektor pariwisata adalah cara pemerintah untuk mengerem laju penurunan pendapatan di sektor tersebut," ujar Direktur Eksekutif Saiful Mudjani Research and Consulting (SMRC) ini.

Meski begitu, Sirojudin Abbas berharap kepada pemerintah untuk menjelaskan secara gamblang di balik kebijakan memberikan insentif di sektor pariwisata.

"Pemerintah semestinya bisa menjelaskan alasan-alasan logis dan strategis di balik kebijakan tersebut ke publik nasional," ucap Sirojudin Abbas.

"Kritik Jansen dari Partai Demokrat perlu ditanggapi pemerintah dengan menjelaskan alasan dan tujuan strategis stimulus tersebut," tambahnya.

Adapun terkait sejumlah insentif yang tengah dipersiapkan pemerintah untuk menanggulangi krisis pariwisata dalam negeri adalah dana yang disiapkan sebanyak Rp 10,3 triliun.

Di mana, untuk sektor pariwisata dianggarkan sebesar Rp 298,5 miliar, dengan rincian insentif untuk maskapai dan travel agent sebesar Rp 98,5 miliar, anggaran promosi wisata Rp 103 miliar, kegiatan pariwisata Rp 25 miliar, dan influencer Rp 72 miliar. 

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya