Berita

Airlangga Hartarto/Net

Politik

Airlangga: Jangan Bandingkan Omnibus Law Indonesia Dengan Negara Lain

RABU, 26 FEBRUARI 2020 | 16:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keberadaan naskah akademik rancangan UU Omnibus Law Cipta Kerja menuai polemik di tengah masyarakat. Pasalnya, terdapat beberapa pasal yang dianggap telah menyudutkan kalangan buruh di Indonesia.

Omnibus Law di negara-negara maju juga diberlakukan, walaupun memang tidak seluruhnya berjalan mulus. Seperti halnya di negara Turki yang digugat oleh masyarakatnya, lantaran dibentuk secara tergesa-gesa.

Indonesia sendiri dianggap belum ada upaya untuk mengantisipasi kontroversi undang-undang tersebut. Padahal, sebelum munculnya RUU Omnibus Law tersebut, para buruh telah melakukan aksi penolakan baik di DPR maupun istana negara.


Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, agar masyarakat tidak membandingkan Indonesia dengan negara lain.

“Ini Indonesia bukan Turki,” kata Airlangga di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/2).

Penolakan-penolakan dari kaum buruh, tampak tidak diindahkan oleh pihak pemerintah. Pasalnya, sosialisasi RUU Omnibus Law sendiri dianggap belum maksimal.

“Justru pemerintah ini akan memulai sosialiasi sesudah surpres, kan kita tidak bisa bikin surpres, kita bikin sosialisasi terhadap sesuatu yang masih di awang-awang, kita akan membuat omnibus law isinya masih di awang-awang enggak bisa,” katanya.

“Jadi, kita akan mulai dalam waktu ini, sudah harus dijadwalkan dan mulai beberapa. Di beberapa tempat sudah mulai berjalan. Secara pararel dengan proses politik di DPR,” tandasnya.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

TNI Gandeng Bulog Hadirkan Program Pangan Murah di Puncak Jaya

Kamis, 02 April 2026 | 03:59

Jadwal KA Ciremai Dipastikan Kembali Normal

Kamis, 02 April 2026 | 03:46

KUR dan Salah Arah Subsidi Negara

Kamis, 02 April 2026 | 03:20

Gugatan Forum Purnawirawan TNI Bertujuan agar Kasus Ijazah Jokowi Rampung

Kamis, 02 April 2026 | 02:55

Umrah Prajurit dan ASN TNI

Kamis, 02 April 2026 | 02:39

Ledakan SPBE Cimuning Turut Porak-Porandakan Pemukiman Warga

Kamis, 02 April 2026 | 02:16

JK: Kalau BBM Murah, Orang akan Pakai Seenaknya

Kamis, 02 April 2026 | 01:59

AS Beri Sinyal Belum Ingin Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 02 April 2026 | 01:37

Wamen Fajar: Model Soal TKA Cocok buat Kebutuhan Masa Depan

Kamis, 02 April 2026 | 01:12

Danantara Didorong Percepat Proyek Hilirisasi dan Waste to Energy

Kamis, 02 April 2026 | 00:54

Selengkapnya