Berita

Elektabilitas Anies Baswedan untuk maju di 2024 cukup besar/Net

Politik

Pengamat: Potensi Anies Lebih Besar Jadi Cawapres 2024

SELASA, 25 FEBRUARI 2020 | 09:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, sebagaimana hasil survei Indo Barometer, menjadi salah satu sosok yang potensial maju di Pilpres 2024 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Politik dari Universitas Telkom, Dedi Kurnia Syah, menilai kecenderungan Anies Baswedan untuk maju dalam pertarungan di 2024 memang masuk akal.

Namun, mantan Mendikbud itu tetap harus mempersiapkan diri menghadapi 2024. Sebab akan banyak tokoh muda dan baru pada perhelatan Pilpres 2024 mendatang.


"Membaca popularitas Anies, masuk akal jika berpeluang ikut dalam kontestasi. Terlebih 2024 akan banyak tokoh-tokoh populer di masing-masing wilayah," kata Dedi Kurnia saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Selasa (25/2).

Menurut Dedi Kurnia, untuk saat ini Anies Baswedan sangat potensial untuk menjadi Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada 2024.

"Anies lebih besar potensinya jika sebagai wakil (presiden) di Pilpres 2024, itu jika memang ada ketertarikan Parpol mengusungnya," kata Dedi Kurnia.

Lebih lanjut, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review ini menilai akan banyak muncul sosok baru yang juga cukup potensial untuk maju pada Pilpres 2024 nanti. Karena itu, Anies Baswedan diyakini akan mendapatkan banyak saingan jika dia maju di 2024.

"Karena bagaimanapun, 2024 akan sangat riuh dengan tokoh baru. Tidak saja dari kalangan Parpol, mereka yang saat ini di jajaran Kabinet Indonesia Maju sedikit banyak punya potensi membangun reputasi politik," demikian Dedi Kurnia.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menyatakan, dari enam nama kepala daerah jika dicalonkan sebagai capres pada Pilpres 2024, elektabilitas Anies Baswesdan mencapai 31,7 persen.

Posisi kedua Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan 11,8 persen, kemudian Walikota Surabaya Tri Rismaharini 9,9 persen, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dengan 8,2 persen.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya